Surabaya (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus Tuberculosis (TBC) di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bangkalan, Madura, tentunya memerlukan perhatian lebih.
Adapun masyarakat maupun pemerintah sekitar perlu mengenali penyebab dan gejala TBC sejak dini. Selain itu masyarakat juga perlu mengetahui penyebab dan ciri gejalanya.
Simak artikel berikut untuk mendapatkan informasi terkait penyebab, gejala, hingga pengobatannya agar tidak terlanjur berakibat fatal.
Penyebab TBC
Pada dasarnya TBC disebabkan karena adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menyebar saat seseorang menghirup percikan ludah atau droplet saat penderita TBC batuk, berbicara, bersin, tertawa, atau bernyanyi.
Meski demikian, penularan tersebut umumnya memerlukan kontak yang cukup dekat dan cukup lama dengan penderita TBC.
Meski sebenarnya TBC cenderung menyerang paru-paru, tetapi tak jarang juga penyakit ini menyerang organ lain, seperti ginjal, otak, maupun tulang belakang.
Gejala TBC
Ada beberap gejala TBC pada paru-paru, yang di antaranya meliputi;
– Batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah
– Suhu tubuh tinggi datau demam
– Alami nyeri pada dada
– Tubuh selalu berkeringat di malam hari.
Meski sebenarnya penyakit ini dapat disembuhkan dan dicegah. Namun, jika sudah terjadi dan tidak segera ditangani, TBC dapat berakibat fatal.
Pengobatan TBC biasanya dengan cara mengonsumsi obat, seperti rifampisin dan ethambutol yang tentunya harus sesuai dosis dan anjuran dari dokter.
Adapun pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, menggunakan masker saat berada di tempat ramai, serta sering mencuci tangan. (fyi/ian)






