Surabaya (beritajatim.com) – Mental Clutter merupakan kondisi di mana seseorang merasakan pikirannya penuh, sehingga membuatnya susah fokus. Bahkan, sampai berujung timbulnya permasalahan, kelelahan mental, dan akhirnya menjadi stres.
Hal ini bisa terjadi karena adanya urusan yang belum terselesaikan, penyesalan di masa lalu, ekspektasi yang terlalu tinggi, rasa cemas perihal masa depan, hingga banyaknya informasi yang terlalu banyak dan intens.
Jika seseorang mengalami mental clutter, maka hal yang perlu dilakukan untuk mengatasinya ialah dengan beberapa cara, seperti;
Buat prioritas
Kamu harus tahu mana yang memang dianggap lebih penting. Karena hal tersebut memiliki dampak yang lebih besar dalam kehidupanmu. Jadi, tidak perlu menambah beban mental dengan hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Buat prioritas dan lakukan mulai dari yang terpenting.
Kurangi penggunaan media sosial
Ada kalanya seseorang mengalami mental clutter karena terlalu sering melihat unggahan di media sosial. Media sosial yang identik dengan hal-hal yang bagus, mulai dari good looking hingga pencapaian. Tak ayal jika banyak orang jadi tidak percaya diri dan terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan.
Lakukan aktivitas positif yang jarang dilakukan
Jika pikiran sudah penuh dengan hal-hal yang memberatkan. Maka coba lakukan aktivitas positif, terlebih yang mungkin jarang dilakukan, seperti mendekorasi kamar, olahraga, atau lainnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kepribadian”]
Meditasi
Meditasi menjadi opsi yang tepat untuk mereka yang mengalami mental Clutter. Hal ini tak lepas dari proses yang cukup menenangkan untuk stabilitas pikiran dan mental seseorang. Sehingga dapat meminimalisir dampaknya. (Fyi/ian)






