Surabaya (beritajatim.com) – Dari nyeri perut ringan ke aliran darah yang lebih deras hingga naik-turunnya mood adalah gejala yang biasa dialami akibat Premenstrual Syndrome (PMS). Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda ketahui tentang perubahan siklus datang bulan atau menstruasi setiap dekadenya seiring dengan pertambahan usia.
Selain munculnya gejala PMS yang tidak menentu, seringkali waktu datangnya darah haid ini juga sering tidak menentu. Terutama bagi mereka yang sudah melewati usia tertentu atau sudah melahirkan anak. Ada saat-saat di mana siklus datang bulan anda datang terlambat, juga akan ada saat-saat di mana siklus datang bulan anda datang lebih awal.
Tidak hanya permasalahan kapan datangnya siklus datang bulan, panjang siklus juga biasanya berubah-ubah, ada yang hanya 4 hari dan ada pula yang terkadang berlangsung lebih dari satu minggu.
Seiring bertambahnya usia, siklus datang bulan anda akan terus berevolusi. Hal tersebut disebabkan oleh hal-hal normal seperti perubahan hormon yang berkaitan dengan usia, kehamilan, hingga masa-masa pra-menopause. Berikut ini adalah penjelasan mengenai hal-hal apa saja yang mungkin berubah pada siklus datang bulan anda seiring bertambahnya usia anda.
Pada Usia 20-an
Jika anda adalah orang yang menghabiskan masa remaja anda dengan siklus datang bulan yang tidak teratur, kabar baiknya adalah siklus datang bulan anda kemungkinan akan menjadi lebih konsisten saat anda menginjak usia 20-an. Hal tersebut disebabkan karena pada saat anda memasuki usia 20-an, masa ovulasi anda akan lebih teratur jika dibandingkan pada saat anda remaja.
Selain keteraturan siklus, hal-hal yang bisa mempengaruhi perubahan siklus datang bulan anda di usia 20-an adalah penggunaan KB. Penggunaan produk-produk KB seperti pil KB bahkan bisa menghentikan siklus datang bulan anda. Hal tersebut dapat terjadi karena pil KB mencegah ovulasi, dan tanpa adanya ovulasi anda tidak akan mengalami datang bulan.
Pada Usia 30-an
Sebagian besar, siklus datang bulan di usia 30-an akan sangat mudah diprediksi dan sangat konsisten. Akan tetapi, jika di usia ini anda mengalami intensitas datang bulan yang lebih banyak dari biasanya hingga rasa nyeri intens saat datang bulan, anda mungkin harus berhati-hati dan memeriksakan kesehatan reproduksi anda ke dokter, karena ada kemungkinan anda memiliki endometriosis.
Pada Usia 40-an
Di usia 40-an anda akan memasuki masa pra-menopause di mana anda akan mengalami penurunan produksi hormon yang membuat anda ovulasi. Pada usia ini, tubuh anda akan mempersiapkan diri untuk tidak lagi memiliki siklus datang bulan. Meskipun intensitas ovulasi akan berkurang secara drastis, anda masih bisa mengalami kehamilan karena belum menopause. Anda baru dinyatakan menopause ketika setidaknya tidak lagi mengalami siklus menstruasi selama lebih dari satu tahun di usia-usia 40-an. [dwp/tur]






