Surabaya (beritajatim.com) – Perkembangan teknologi dan arus informasi global membuat kita mudah dikenal dan mengenal. Jika zaman dahulu orang terkenal kebanyakan dari lingkup kerajaan atau bangsawan, kini semua seolah bisa terkenal.
Bahkan hanya bermodal gadget, seseorang bisa jadi bintang. Sayang, gara-gara kemudahan ini, beberapa orang malah gagap dengan popularitasnya atau star syndrome.
Star syndrome definisi jelasnya adalah kondisi yang digunakan untuk mengambarkan orang-orang yang merasa dirinya sudah sempurna dan sangat terkenal bagai bintang-bintang terkenal meski kenyataannya tidak seperti itu. Adanya sosial media dan berkembanya arus informasi, membuat banyak orang mudah terjangkit dengan star syndrome ini, berikut ciri-ciri dari star syndrome.
Tidak menerima kritik
Orang-orang yang terkena star syndrome merasa bahwa apa yang dia lakukan dan dia katakan adalah hal yang paling benar, sehingga dia tidak ingin ada orang lain yang menganggap apa yang dilakukannya itu salah dan lebih memilih untuk tidak menerima kritik dari siapapun.
Menyepelehkan orang lain
Selain tidak menerima kritik dari orang lain, orang-orang yang terjangkit star syndrome juga suka menyepelehkan orang lain, karena merasa bahwa hanya dia yang bisa melakukan itu, sedangkan orang lain tidak akan bisa, maka dia merasa berhak menyepelehkan orang tersebut.
Narsistik
Orang star syndrome itu sudah pasti narsistik dan berusaha melakukan apa saja agar bisa menarik perhatian orang lain, meski terkadang apa yang dilakukannya adalah hal yang cukup bodoh, namun yang penting bagi mereka adalah bagaimana agar orang banyak bisa melihat keberadaan dia dan mengakui kehebatan mereka.
Star syndrome ini biasanya muncul pada orang-orang yang baru saja terkenal atau mendadak kaya, sehingga terjadi perubahan drastis dalam kehidupannya. Bila hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan berakhir dengan depresi karena tidak selamanya ketenaran atau kekayaan tersebut akan bertahan lama. [dep/bjo]






