Lamongan (beritajatim.com) – Kementrian pertanian (Kementan) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, membangun sumur tanah dangkal di Desa Jati Payak Kecamatan Modo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mochammad Wahyudi, mengatakan pembuatan sumur tersebut bertujuan untuk meng-cover kebutuhan air di area sawah tadah hujan.
“Pembuatan sumur ini dibiayai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun anggaran 2024,” kata Wahyudi, Senin (8/7/2024).
Rencana kedalaman pengeboran sumur dangkal untuk pertanian tersebut berada di kisaran 75 meter, dan nantinya menggunakan pompa air Sibel.
“Sumur dangkal sangat membantu para petani untuk pengairan pada musim tanam seperti saat ini. Rata-rata petani Desa Jatipayak pada musim tanam ke tiga ini menanam tembakau,” tuturnya.
Wahyudi berharap pembangunan sumur tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air para petani. Sebab pada musim kemarau tahun lalu, debit air sungai di desa setempat menyusut drastis, dikarenakan dampak El Nino yang berkepanjangan.
“Kami juga berharap agar para petani bisa menjaga serta memelihara sumur ini dengan baik, sehingga keberadaan sumur dangkal ini dapat terjaga dalam waktu 30 sampai 50 tahun mendatang,” ucap Wahyudi.
Selain pembuatan sumur, sebelumnya Kementan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan juga memberikan bantuan berupa pompa air, guna mengoptimalkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan, demi tercapainya ketahanan pangan nasional. (fak/ian)






