Gresik (beritajatim.com)- Jakarta Popsivo Polwan sukses menghentikan rekor tak terkalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) dengan kemenangan 3-1 dalam lanjutan putaran kedua Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (7/2/2026). Kemenangan emosional dengan skor 25-17, 21-25, 25-18, dan 26-24 ini sekaligus menjadi ajang balas dendam bagi tim asuhan Darko Dobriskov setelah sebelumnya takluk dari tim asal Jawa Timur tersebut pada putaran pertama.
Absennya pelatih kepala Alessandro Lodi di pinggir lapangan memberikan dampak signifikan bagi performa Gresik Petrokimia. Sang pemuncak klasemen putaran pertama itu tampak kehilangan arah dan kesulitan meredam skema serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain Popsivo Polwan.
Sejak set pertama dimulai, Popsivo Polwan langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kekuatan duo legiun asing, Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena, Popsivo terus menggempur pertahanan lawan yang dikawal ketat oleh Medi Yoku dan kawan-kawan hingga memimpin jauh 14-8 di pertengahan set.
Meski Phonska Plus sempat mencoba bangkit melalui serangan balasan Arnetta Putri, konsistensi Popsivo tetap tak terbendung. Set pertama ditutup dengan skor meyakinkan 25-17 untuk keunggulan Jakarta Popsivo Polwan.
Memasuki set kedua, Gresik Phonska Plus mencoba keluar dari tekanan. Koordinasi apik antara Annie Mitchem dan Shella Bernadheta membuahkan hasil dengan keunggulan awal 8-5. Laga sempat memanas saat kedudukan imbang 17-17, namun Phonska Plus tampil lebih tenang di poin-poin kritis dan mengamankan set ini dengan skor 25-21.
Ketegangan berlanjut ke set ketiga melalui aksi saling kejar angka hingga posisi 8-8. Namun, kendali permainan kembali direbut oleh Arsela Nuari dan kolega setelah para pemain Gresik Petrokimia sering melakukan kesalahan sendiri yang merugikan tim.
Tertinggal 13-18 di pertengahan laga, rotasi pemain yang dilakukan kubu Gresik tidak berjalan efektif. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Popsivo Polwan untuk menutup set ketiga dengan skor 25-18, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Set keempat berjalan sangat dramatis dengan kedua tim saling jual beli serangan hingga skor kembar 14-14 dan 20-20. Tensi di GOR Ken Arok memuncak saat kedudukan kembali imbang 23-23, memaksa pertandingan berlanjut ke masa deuce.
Mentalitas juara pemain Popsivo Polwan akhirnya teruji di momen krusial. Mereka berhasil menyudahi perlawanan sengit Phonska Plus dengan kemenangan tipis 26-24, sekaligus memastikan tiga poin penuh dalam pertandingan tersebut.
Usai laga, asisten pelatih Phonska Plus, Nico Dwi, mengakui bahwa ketergantungan pada komposisi tim saat ini menjadi kendala. “Permainan tim sejak awal nervous,” ujarnya saat memberikan keterangan mengenai performa anak asuhnya yang tampak tertekan sejak awal laga.
Meskipun harus menelan kekalahan perdana musim ini, Nico tetap mengapresiasi daya juang Medi Yoku dan tim yang tetap memberikan perlawanan hingga detik terakhir. “Saya tetap bangga dengan permainan Medi Yoku dkk, meski hari ini kalah untuk pertama kalinya,” ungkap Nico Dwi.
Di sisi lain, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari analisis mendalam terhadap strategi lawan. Ia menyebut timnya sudah mempelajari pola permainan Gresik Petrokimia agar bisa mengeksekusi sistem dengan tepat.
Darko juga tidak menampik bahwa kondisi komposisi pemain lawan memberikan keuntungan tersendiri bagi strateginya di lapangan. “Dengan berkurangnya satu pemain asing di pihak lawan, terus terang kami diuntungkan dengan tidak adanya satu pemain asing di kubu Gresik Petrokimia,” tuturnya. [dny/ian]






