Blitar (beritajatim.com) – Sejak awal memasuki musim pancaroba hingga kemarau ini, sebanyak 2 ribu orang lebih di Kabupaten Blitar terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Anomali cuaca serta kurangnya kepedulian warga untuk menjaga kondisi kesehatannya menjadi penyebab membludaknya kasus ISPA di Bumi Penataran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati menyebut sejak awal tahun hingga akhir bulan Mei 2023, rata-rata kasus ISPA yang terjadi di atas angka 2 ribu orang. Peningkatan yang paling tinggi terjadi pada bulan Maret 2023 yang mencapai 2.802 kasus.
“Untuk kasus ISPA di Kabupaten Blitar, ini mulai bulan Januari hingga Mei sebetulnya tidak ada peningkatan yang signifikan artinya tetap banyak karena masyarakat sudah jarang yang memakai masker,” kata Christine, Kadinkes Kabupaten Blitar, Senin (05/06/23).
Menilik data kasus ISPA di Kabupaten Blitar selama bulan Januari hingga April, usia dewasa (9-59 tahun) menjadi yang paling rentan terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas. Rata-rata ada 1.000 orang lebih yang berusia dewasa terserang penyakit ISPA.
Golongan kedua yang paling rentan terserang penyakit ISPA adalah balita (0-5 tahun). Selama awal tahun hingga bulan April saja, tercatat rata-rata kasus ISPA pada balita pasti di atas angka 400 orang.
Sementara untuk golongan lansia, selama 4 bulan terakhir ini rata-rata ada 200 hingga 300 orang yang terserang penyakit ISPA.
“Menurunya kepedulian warga untuk menggunakan masker, kalau dulu waktu pandemi semua pakai masker, tapi sekarang yang sakit saja harus pakai masker untuk mencegah penularan,” terangnya.
Baca Juga: Dekati Iduladha Stok Vaksin LSD di Blitar Kosong, Peternak Sapi Harus Beli Secara Komersial
Tingginya kasus ISPA di kabupaten Blitar ini disebabkan oleh beberapa hal. Selain berkurangnya kepedulian warga untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh, faktor cuaca juga menjadi sebab banyaknya masyarakat Kabupaten Blitar terserang penyakit ISPA.
Diketahui bulan Januari hingga Mei 2023 ini merupakan musim pancaroba dan awal musim kemarau. Cuaca panas serta angin yang terjadi membuat kondisi kesehatan masyarakat menjadi terganggu.
“Karena musim pancaroba dan kemarau ya terus ya itu sebetulnya yang utama kurangnya kepedulian warga untuk menggunakan masker yang jadi sebab utama,” papar Christine.
Meski memiliki kasus ISPA yang cukup banyak, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan yang ada siap untuk memberikan layanan kesehatan bagi pasien ISPA. Selain puskesmas, Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit di Kabupaten Blitar untuk memastikan pelayanan dan obat-obatan penyakit ISPA mencukupi untuk proses pengobatan.
Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.
Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Penyebab ISPA
ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah. Meski demikian, ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi di saluran pernapasan bagian atas.
Beberapa jenis virus yang sering menyebabkan ISPA adalah:
Rhinovirus
Respiratory syntical viruses (RSVs)
Adenovirus
Parainfluenza virus
Virus influenza
Virus Corona
Sementara itu, beberapa jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan ISPA adalah:
Streptococcus
Haemophilus
Staphylococcus aureus
Klebsiella pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Chlamydia
Adapun beberapa penyakit yang termasuk ke dalam ISPA adalah:
Batuk pilek (common cold)
Sinusitis
Radang tenggorokan akut (faringitis akut)
Laringitis akut
Pneumonia
COVID-19.
Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara kemudian masuk ke hidung atau mulut orang lain. (Owi/ted)






