Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memaparkan visi dan misinya dalam upaya mewujudkan pembangunan yang efisien, lincah, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Hal itu Ia ungkapkan dalam rapat paripurna DPRD Ponorogo. Dalam pidatonya, Sugiri menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kemandirian fiskal sebagai fondasi utama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan di Ponorogo.
Salah satu program unggulan yang menjadi prioritas Sugiri adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ponorogo hingga mencapai satu triliun rupiah pada tahun 2030. Target tersebut dianggap realistis dan bisa dicapai dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif.
“Kami telah melakukan perhitungan dan kalkulasi matang mengenai capaian ini, dan kami yakin target tersebut sangat memungkinkan untuk tercapai bersama-sama,” kata Bupati Sugiri dengan optimis, Kamis (6/3/2025).
Sugiri menekankan bahwa dalam dunia yang penuh risiko, dinamis, dan kompetitif, masyarakat Ponorogo tidak boleh terjebak dalam rutinitas. Kreativitas dan inovasi harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pengetahuan semata.
Dalam membangun Ponorogo, Sugiri mengedepankan kebijakan yang berbasis bukti dan data empiris. Kebijakan harus tidak memihak salah satu golongan, didorong oleh kebutuhan masyarakat, dan dirancang untuk memaksimalkan manfaat sosial.
Meski begitu, Sugiri menyadari masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti pertumbuhan ekonomi yang belum stabil, penanggulangan kemiskinan, ketimpangan pendapatan, hingga permasalahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Selain itu, penurunan kualitas lingkungan hidup, kebutuhan infrastruktur yang inklusif dan merata, serta ancaman degradasi moral masyarakat juga menjadi perhatian utama.
Dalam mewujudkan visinya, Sugiri memprioritaskan pemenuhan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial melalui peningkatan pelayanan yang profesional dan merata. Transformasi ekonomi juga menjadi fokus dengan memperkuat UMKM, koperasi, BUMD, dan Bumdes, melalui riset, inovasi, ekonomi hijau, dan digitalisasi.
Penguatan ketahanan sosial, budaya, dan ekologi juga diupayakan untuk melestarikan lingkungan dan budaya lokal sembari mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu inovasinya adalah mengganti karangan bunga dengan tanaman hidup saat pelantikan, sebuah gerakan kecil namun berdampak besar dalam penghijauan lingkungan.
Pada sektor tata kelola pemerintahan, Sugiri berkomitmen menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan inklusif. Penyederhanaan proses investasi menjadi prioritas untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memastikan iklim investasi di Ponorogo aman, menarik, dan menguntungkan.
“Peningkatan kualitas infrastruktur dilakukan dengan pendekatan konektivitas untuk mendukung pemerataan pembangunan. Proyek pembangunan jalan, seperti jalur penghubung kawasan produksi dengan distribusi, diharapkan mempermudah akses ke kawasan wisata, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan perekonomian rakyat,” pungkasnya. (end/ian)






