Sidoarjo (beritajatim.com) – Puluhan ibu-ibu PKK di Kelurahan Sidoklumpuk, Sidoarjo, mengikuti pelatihan home care yang difokuskan pada perawatan lansia dan orang sakit.
Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 Agustus 2025, hasil kolaborasi antara Kelurahan Sidoklumpuk dengan Yayasan Bakti Lentara Kasih (YBLK).
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Putu Ayu Dewi Yustislani M Biomed AAM serta Sri Wulandari, praktisi home care berpengalaman.
Lurah Sidoklumpuk, Sri Dayanti SE, menegaskan pentingnya kegiatan tersebut dalam meningkatkan kepedulian sosial antarwarga.
“Mungkin sehari-hari kita bisa berbagi, bisa sharing dengan teman maupun tetangga. Saya selalu mendukung kegiatan positif, apalagi yang dilakukan oleh GKJW Sidoarjo ini, karena sesuai dengan misi Kelurahan Sidoklumpuk untuk meningkatkan kesehatan, kepedulian, dan saling tolong-menolong,” ujarnya.
Sri Dayanti juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat.
“Ucapan terima kasih khusus saya sampaikan kepada Bapak Pdt Noven sebagai penggagas kegiatan ini. Harapannya, pelatihan ini benar-benar bermanfaat bagi peserta maupun warga Sidoklumpuk pada umumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pdt. Noven Rudy Nathaniel menekankan bahwa gagasan pelatihan ini muncul sebagai bentuk kepedulian lintas komunitas. Ia menilai, semua orang pada akhirnya akan memasuki masa tua sehingga pendampingan dan perawatan menjadi hal penting.
“Yayasan ini memang berdiri untuk mengalirkan kasih kehidupan sebagai sesama makhluk. Kita ingin membangun fondasi sosial bersama, karena sebagai manusia kita harus saling menolong dalam kehidupan ini, apapun keyakinan kita,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Noven juga menceritakan pengalamannya mengenakan kopiah sebagai simbol persatuan, sekaligus mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi di atas segala perbedaan.
“Harapan saya, peserta bisa belajar mendampingi orang tua di masa tua dan berpartisipasi aktif selama dua hari pelatihan ini. Mari kita saling berbagi dan menjaga hubungan baik antarumat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan ibu-ibu PKK dalam merawat lansia maupun orang sakit, serta menjadi langkah nyata membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat Sidoklumpuk.
Dalam pemaparan nampak terlihat diskusi dan pertanyaan dari sejumlah warga yang antusias mengikuti sesi pertama kemudian juga dalam sesi kedua terkait perawatan lansia dan orang sakit. (ted)






