Gresik (beritajatim.com)– Tantangan kesehatan mata di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya kasus gangguan refraksi dan katarak di berbagai daerah.
Menjawab kondisi tersebut, sebuah kelompok layanan kesehatan mata ‘Eyelink Group’ melakukan penguatan layanan melalui inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan akses pelayanan bagi masyarakat.
Presdir Eyelink Group Muhammad Rusli mengatakan, peningkatan keluhan katarak dan gangguan refraksi menjadi perhatian serius. Untuk itu, pihaknya terus menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, termasuk pengembangan subspesialisasi seperti layanan retina dan pengendalian miopia yang kini telah tersedia di sejumlah cabang.
“Pelayanan kesehatan mata harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kami berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya lengkap, tetapi juga mudah diakses dan ditangani oleh tenaga profesional,” katanya, Sabtu (24/1/2026).
Selain peningkatan layanan medis lanjut dia, perluasan jaringan fasilitas kesehatan mata juga terus dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh.
Ia menambahkan, selama 16 tahun layanan kesehatan mata ini didirikan. Mencatat lebih dari 100 ribu tindakan operasi katarak dan menangani lebih dari 1,7 juta kasus gangguan penglihatan.
“Kami telah melakukan puluhan ribu operasi katarak gratis serta pembagian kacamata gratis bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.
Wabup Gresik dr Asluchul Alif mengapresiasi kontribusi nyata layanan kesehatan mata tersebut dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, dengan dukungan puluhan dokter spesialis mata dan ratusan tenaga profesional, Gresik memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan mata berskala nasional.
“Kolaborasi layanan kesehatan mata dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” imbuhnya.
Sementara itu, Siti Aminah (67) warga asal Kebomas menuturkan, dirinya bersyukur mendapat kesempatan mengikuti opesasi gratis katarak.
“Saya bersyukur dengan adanya operasi katarak gratis ini. Selama ini penglihatan saya kabur dan sulit untuk beraktivitas. Semoga setelah operasi, saya bisa kembali melihat dengan jelas dan beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (dny/ted)






