Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga TR (22), remaja asal Jakarta yang diduga bunuh diri di sebuah kos Jalan Simo Katrungan, Surabaya menolak proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian TR. Perlu diketahui, aparatur kecamatan setempat sempat tidak berani mengeluarkan surat kematian dengan alasan ada kejanggalan dalam meninggalnya korban.
Kapolsek Sawahan, Kompol Eko Cipto mengatakan jika sebelum ditemukan meninggal dunia, TR sempat membuat status Whatsapp dengan foto tumblr berwarna hitam dan diduga kapur barus yang sudah dihaluskan dengan tulisan, ’12 jam tanpa kabar, tolong ke Simo Katrungan Baru no 74′.
“Sampai saat ini keluarga masih menolak autopsi. Memang dugaan awal bunuh diri. Tapi kami belum bisa memastikan,” ujar Eko saat dihubungi Beritajatim.com, Kamis (16/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bunuh-diri”]
Eko menegaskan saat ini pihak keluarga sedang mengurus administrasi di kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo untuk membawa pulang jenazah TR, remaja asal Jakarta yang ditemukan tewas di kamar kos Jalan Simo Katrungan, Surabaya tersebut. “Rencananya dari informasi yang saya dapat akan Dikremasi di Surabaya,” tegas Eko.
Sebelumnya dibertiakan beritajatim.com, TR (22) asal Jakarta yang indekos di Simo Katrungan baru ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa, Rabu (15/02/2023). Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian dari remaja tersebut.
Kapolsek Sawahan Kompol Eko Cipto menjelaskan, penemuan jenazah tersebut bermula dari ibu kos, Soesanti yang curiga karena tidak melihat korban selama dua hari. Soesanti pun mengetuk kamar korban namun tidak ada respon.
“Soesanti lantas mengintip dari jendela dan melihat kaki korban. Soesanti langsung meminta pertolongan kepada tetangganya untuk mendobrak pintu,” ujar Eko, Rabu (15/2/2023) malam.
Usai didobrak, Soesanti melihat TR meninggal dalam kondisi tubuh terlentang dan mulutnya mengeluarkan busa. Selain itu, tubuh korban juga sudah kaku dan ada beberapa bagian yang menghitam. Warga lantas melapor ke call center 112. (ang/kun)
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.






