Mojokerto (beritajatim.com) – Keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Riyadlul Qur’an menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Tim SAR gabungan atas upaya pencarian dan evakuasi yang berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan air di Muara Sungai Grindulu, kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan.
Ucapan duka dan apresiasi tersebut disampaikan oleh Muhammad Nazir Munawir, keponakan korban, usai seluruh jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Rombongan dari PP Riyadlul Qur’an ini sedang melakukan kunjungan wisata pada Jumat (20/6/2025) ketika insiden tragis terjadi.
“Pertama, ada rasa gembira dicampur rasa sangat sedih karena beberapa hari ini sudah ada upaya dari saudara-saudara yang ada di Pondok Termas, Tim SAR gabungan di sana. Kami dari keluarga besar PP dan Gus Samsudin sangat berterima kasih atas bantuan seluruh elemen yang membantu kami agar tidak sedih dan bisa melanjutkan kehidupan,” ungkap Nazir Munawir, Minggu (22/6/2025).
Empat korban yang meninggal dunia adalah Azmil Mukarromah (45), istri dari Pengasuh PP Riyadlul Qur’an Gus Samsudin, serta putrinya Asna Amalia At Tazkiah. Dua korban lainnya merupakan keponakan dari Kepala Pendidikan dan pengajar di pesantren tersebut, yakni Aisyah dan Aminah Nayyifatul Mardliyah.
Jenazah pertama yang ditemukan adalah Azmil Mukarromah, yang ditemukan pada Jumat siang (20/6) dan langsung dimakamkan sekitar pukul 21.00 WIB di pemakaman Desa Kedungmaling, Sooko, Mojokerto.
Pada hari berikutnya, Sabtu (21/6), korban kedua, Asna Amalia At Tazkiah, ditemukan pada pukul 11.45 WIB dan dimakamkan pada pukul 19.18 WIB. Pencarian terus dilakukan hingga dua korban lainnya, Aisyah dan Aminah, ditemukan masing-masing pada pukul 16.02 WIB dan 20.21 WIB.
Jenazah Aisyah dan Aminah kemudian diberangkatkan dari Pacitan sekitar pukul 22.20 WIB dan tiba di rumah duka pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB untuk dimakamkan di lokasi yang sama dengan korban lainnya.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga seluruh civitas Pondok Pesantren Riyadlul Qur’an serta masyarakat luas yang turut mengikuti perkembangan evakuasi korban sejak insiden terjadi. [tin/suf]






