Malang (beritajatim.com) – Sekitar 50 orang terdiri dari korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan. Mereka berangkat menuju Ibukota pada Rabu, (16/11/2022) petang.
Alasan keberangkatan karena mereka tidak puas dengan keadilan yang didapat selama ini. Sehingga mereka ke Jakarta mendatangi sejumlah instansi salah satunya langsung ke Bareskrim Mabes Polri.
Tim Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) Ahmad Agus Mu’in mengungkapkan bahwa sempat ada kendala keberangkatan bagi 50 korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Bus yang seharusnya tiba pada pukul 13.00 WIB baru tiba pada Rabu petang.
Kendala itu tidak menyurutkan tekad mereka berangkat ke Jakarta. Tidak hanya itu, posko TGA sempat didatangi anggota Polda Jatim berpakaian preman memberikan saran agar cukup melakukan pelaporan di Polda Jatim saja tanpa harus melapor ke Mabes Polri. “Tadi juga sempat ada dari Polda yang datang juga memberikan saran bahwa proses pelaporannya dilakukan di Polda Jatim saja,” kata Mu’in.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Dan kita sampaikan bahwa yang kita lakukan ini berbasis kuasa dari keluarga korban. Artinya tidak ada siapapun yang bisa menghalangi proses hukum ataupun upaya hukum kemanapun keluarga korban akan lakukan, termasuk kita yang berangkat ke Jakarta hari ini,” imbuh Mu’in.
Sementara itu, salah satu keluarga korban yang berangkat ke Jakarta adalah Astri Puji Rahayu (40 tahun) warga Kota Malang. Dia kehilangan anak semata wayangnya dalam tragedi itu. Korban bernama Salsa Yonas Octavia seorang mahasiswa IKIP Budi Utomo berusia 21 tahun.
Dia mengungkapkan, tujuan ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah kantor pemerintahan. Mulai dari Komisi Perlindungan Anak, Komisi Hak Asasi Manusia, Komisi III DPR RI hingga membuat laporan ke Bareskrim Polri.
“Kita berangkat 50 orang untuk mewakili keluarga korban berangkat ke Jakarta kita akan mencari keadilan bersama sama karena sampai detik ini kita belum sama sekali menerima keadilan. Jadi kita bertekad satu suara kita mencari keadilan kesana,” tandas Astri. (luc/kun)






