Sampang (beritajatim.com) – Keluarga almarhum Misnaji (53) warga Desa Pelanggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, korban pembunuhan yang dituduh memiliki ilmu santet mendatangi Mapolres setempat, Jumat (11/8/202).
Kedatangan mereka secara rombongan itu, untuk meminta pelaku pembunuhan sadis tersebut dihukum seberat-beratnya. Padahal hubungan korban dan pelaku MH (28) sangat dekat, namun menuduh korban memiliki ilmu santet bahkan tega membunuhnya. “Pelaku dulu sering ke rumah korban bahkan makan di sana,” kata Misbehah salah satu keluarga korban yang ikut ke Mapolres Sampang.
Bahkan ia menyakini bahwa pembunuhan terhadap korban diduga telah direncanakan sebelumnya. Sebab, sebelum ibu pelaku meninggal sempat menyampaikan kepada pelaku jika dirinya bermimpi melihat seekor monyet berkepala mirip korban.
Atas dasar mimpi itu, kemudian pelaku mengait-ngaitkan dengan kondisi ibunya yang sakit, hingga menuduh korban telah menyantet Ibunya. “Pembunuhan kepada korban ini saat korban melayat ibunya yang meninggal, tetapi justru dibacok oleh pelaku dengan celurit yang diduga disiapkan sebelumnya,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Misbehah beserta keluarganya yang datang ke Polres meminta jajaran kepolisian untuk segera melakukan reka ulang agar kasus pembunuhan tersebut terungkap dengan jelas. “Kami berharap reka ulang segera digelar dan dilakukan secara terbuka,” harapnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sukaca membenarkan, tindak pidana pembunuhan itu bermula dari mimpi ibu pelaku, hingga korban nekat dan tega membunuh korban. Terkait adanya unsur pembunuhan berencana masih belum bisa dipastikan karena saat ini masih dilakukan penyidikan. “Kami masih melakukan penyidikan untuk sementara yang pelaku terancam dijerat pasal 338 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya
Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang pria inisial MJ (53) warga Desa Pelangaran Barat, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, meninggal dengan luka bacok dan tergeletak di pingir jalan desa setempat, Selasa (1/8/2023).
Informasi yang berkembang, bahwa pelaku pembacokan diduga adalah inisial MS (28) seorang pria yang diketahui masih satu desa dengan korban. Motif dari pembacokan itu, diduga karena pelaku sakit hati kepada korban.
Kapolsek Banyuates, Iptu Rizky Akbar Kurniadi membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Korban meninggal dengan luka bacok senjata tajam (sajam) jenis celurit.
Riski menjelaskan, sebelum terjadi pembacokan, korban sempat melayat ke rumah pelaku yang kebetulan sedang berduka karena ibunya meninggal. “Pelaku ini sakit hati kepada korban, saat korban melayat dan duduk di musola, tiba-tiba dibacok oleh pelaku. Kemudian korban berusaha kabur namun nyawanya tidak tertolong,” terangnya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi. Korban sebenarnya sempat melarikan diri tetapi meninggal di sekitar rumah pelaku. “Pelaku ini sakit hati, karena orang tuanya meninggal diduga terkena santet yang mengarah kepada korban. Sehingga, pelaku nekat melakukan pembacokan tersebut,” tandasnya.[sar/kun]
BACA JUGA: 50 Sepeda Motor Dinas Pemkab Sampang Bakal Dilelang






