Gresik (beritajatim.com) – Keluarga korban mayat dalam kardus mengambil jenazah bernama Sevi Ayu Claudia (30) yang ditemukan tewas mengenaskan. Didampingi anggota Polres Gresik mereka mendatangi kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik, Senin (28/7/2025).
Korban diantar menggunakan ambulans milik Polres Gresik. Kepulangan jenazah Sevi Ayu Claudia didampingi pihak keluarga dan rekan sesama ojek online. Mereka mengiringi korban dari Gresik menuju Sidoarjo.
Keluarga tak banyak berkomentar terkait dengan kejadian ini, Salah satu saudara korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak keluarga kini telah sepenuhnya menyerahkan kasus kematian korban kepada pihak kepolisian. “Kami dari pihak keluarga menyerahkan proses hukum kepada kepolisian supaya pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.
Kejadian yang menimpa Sevi Ayu Claudia membuat ratusan rekan korban berencana mengiringi proses pemakaman di tempat tinggal korban yang berada di Sidoarjo. Kasus mayat dalam kardus yang ditemukan warga di Jalan Raya Kedamean Gresik menggegerkan warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean kemarin (27/7).
Penemuan mayat dalam kardus itu bermula ada warga yang mencari rumput. Lalu meminta bantuan warga lain yang melintas untuk bersama-sama melaporkan ke Polsek Kedamean karena ada mayat dalam kardus.
Atas kejadian itu, olah TKP pun langsung dilakukan oleh Unit Identifikasi Polres Gresik. Usai diavakuasi jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Berdasarkan otopsi yang dilakukan dr. Nily Sulistyorini, SpFM, di RSUD Ibnu Sina Gresik, korban dinyatakan tewas akibat kekerasan benda tumpul dibagian kepala. Ditemukan sejumlah luka dan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah driver ojol itu dalam kondisi mengenakan jaket jeans biru, atasan hitam, dan celana abu-abu. Korban diperkirakan tewas 18 hingga 24 jam sebelum otopsi.
Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan RSUD Ibnu Sina dan tim forensik menunjukkan adanya lebam keunguan pada dada kiri dan area punggung korban. Selain itu, terdapat 8 luka robek di kepala sepanjang 2 hingga 6,5 cm. Serta luka lebam pada puncak hingga bagian belakang kepala.
Aksi pembunuhan pada korban semakin diperkuat dengan adanya memar di bibir bagian dalam. Apalagi, terdapat lakban hitam sepanjang 10 cm yang berada di dalam rongga mulut. Diduga disumpalkan secara paksa oleh pelaku.
Korban juga diduga mendapat kekerasan seksual dari pelaku. Hasil pemeriksaan alat kelamin, ditemukan cairan putih dan robekan lama pada selaput dara, namun tidak ditemukan luka sobekan baru pada kelamin.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban. Polisi kini tengah memburu keberadaan pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. “Satu pelaku sudah kami amankan teemasuk satu orang yang turut membantu membuang mayat korban di bahu Jalan Raya Kedamean Gresik,” pungkasnya. [dny/kun]






