Surabaya (beritajatim.com) – Infinix Note 60 Pro adalah smartphone terbaru dari lini Note yang resmi mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 7S Gen 4 5G dengan harga mulai dari Rp5,5 juta untuk pasar Indonesia.
Perangkat ini menjadi tonggak sejarah bagi Infinix yang beralih dari penggunaan chipset MediaTek ke Snapdragon untuk pertama kalinya pada seri Note, sekaligus menawarkan fitur premium seperti pengisian daya nirkabel 30W dan frame metal yang kokoh.
Infinix baru saja membuat kejutan besar di pasar ponsel pintar tanah air. Dikenal sebagai “pawang” setia MediaTek, brand ini akhirnya resmi keluar dari zona nyaman melalui peluncuran Infinix Note 60 Pro. Langkah ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan upaya mendobrak dominasi pasar mid-range dengan spesifikasi yang lebih kompetitif.
Chipset Snapdragon 7S Gen 4: Era Baru Performa Infinix
Daya tarik utama ponsel ini terletak pada “jantung” pacunya. Infinix menyematkan Snapdragon 7S Gen 4 5G, sebuah langkah berani yang mengubah persepsi konsumen terhadap brand ini. Kehadiran chipset besutan Qualcomm ini memberikan harapan baru bagi pengguna yang menginginkan stabilitas dan dukungan komunitas pengembang yang lebih luas.
Berdasarkan pengujian benchmark Antutu, perangkat ini menembus angka 1,1 juta poin, naik sekitar 20% dibandingkan varian standarnya. Penggunaan arsitektur Snapdragon diharapkan memberikan efisiensi daya yang lebih baik serta pemrosesan citra (ISP) yang lebih matang, memberikan pengalaman penggunaan harian yang jauh lebih mulus.
Desain Premium dengan Active Matrix Display
Infinix Note 60 Pro tidak hanya menjual performa. Dari sisi estetika, ponsel ini menggunakan frame metal yang memberikan kesan kokoh dan mewah. Material ini membuatnya bersaing langsung dengan kompetitor di kelas harga Rp6 jutaan yang sering kali masih menggunakan material polikarbonat.
Fitur yang paling mencuri perhatian adalah Active Matrix Display di bodi belakang. Berbeda dengan lampu LED biasa, fitur ini memungkinkan pengguna melakukan kustomisasi animasi, teks, hingga bermain mini-game retro langsung di bodi ponsel. Hal ini memberikan identitas unik, terutama bagi Gen Z yang menyukai personalisasi tingkat tinggi pada gadget mereka.
Spesifikasi Kunci Infinix Note 60 Pro
Layar:”6.78″” AMOLED 1.5K, 144Hz, Gorilla Glass 7i”
Chipset: Qualcomm Snapdragon 7S Gen 4 5G
Memori: 8GB/12GB LPDDR5 RAM + 256GB UFS 2.2
Baterai: “6500 mAh, 90W Fast Charging, 30W Wireless”
Kamera Utama: 50MP OIS + 8MP Ultrawide
Kamera Depan: 4K @30fps dengan Stabilisasi
Kemampuan Kamera: Unggul di Kondisi Low Light
Meski secara angka megapiksel terlihat serupa dengan varian standar, kehadiran ISP dari Snapdragon memberikan perbedaan nyata pada hasil foto. Dalam kondisi cahaya rendah (low light), Infinix Note 60 Pro mampu menghasilkan gambar yang lebih bersih, minim noise, dan saturasi warna yang lebih akurat.
Untuk urusan video, kamera depan ponsel ini sudah mendukung resolusi 4K 30fps yang dilengkapi sistem stabilisasi crop. Fitur ini menjadi nilai tambah besar bagi para konten kreator yang mengutamakan kualitas visual tajam tanpa guncangan saat melakukan vlogging atau panggilan video profesional.
Harga dan Strategi Pasar 2026
Di tengah badai kenaikan harga komponen RAM dunia, Infinix membanderol Note 60 Pro dengan harga yang cukup kompetitif namun berada di level tertinggi sejarah mereka. Penyesuaian harga ini mencerminkan peningkatan material dan teknologi yang ditawarkan.
Harga resmi Infinix Note 60 Pro di Indonesia:
- Varian 8/256GB: Rp5,5 Juta
- Varian 12/256GB: Rp5,99 Juta
Angka ini menempatkan Infinix Note 60 Pro di posisi yang cukup menantang. Ia harus berhadapan langsung dengan pemain lama seperti Redmi Note 15 Pro Plus dan Poco F series yang sudah lebih dulu memiliki basis massa di segmen harga tersebut.
Langkah Infinix mengadopsi Snapdragon adalah strategi “naik kelas” yang ambisius. Meski harganya melonjak signifikan, fitur seperti wireless charging 30W, bodi metal, dan kustomisasi LED Matrix memberikan identitas unik yang sulit ditemukan pada kompetitornya. Tantangan terbesarnya adalah meyakinkan pengguna setia bahwa kenaikan harga Rp1,5 juta dibanding varian standar sepadan dengan pengalaman “naga” yang ditawarkan. [ian]






