Surabaya (beritajatim.com) – Profesi sebagai seorang freelance memang terkenal dengan jam kerja yang fleksibel dan tidak terikat. Hal itu sepintas memang terlihat cukup menyenangkan. Namun, anda juga harus tahu kelebihan dan kekurangan dari pekerja lepas ini.
Freelance sendiri dapat diartikan sebagai sebuah sistem bekerja lepas dan mandiri, tidak terikat kontrak jangka panjang dengan perusahaan. Biasanya, terbuka untuk posisi yang berkaitan dengan dunia digital seperti content writer, programmer, graphic design, dan pekerjaan lain yang hampir serupa.
Selain jam kerja yang fleksibel dan tidak begitu terikat. Bekerja sebagai freelance punya kekurang dan kelebihannya sendiri. Berikut ini beberapa hal yang dialami para pekerja lepas.
Adapun kelebihan dari freelance: Pertama, dapat bekerja dimanapun dan kapanpun asalkan ada koneksi internet. Pekerjaan yang cukup familiar dengan anak muda ini memang digemari karena tidak terbatas ruang dan waktu.
Keuda, bisa bekerja sesuai minat dan hobi. Di samping itu, freelance banyak diminati karena bisa mengarahkan seseorang untuk bekerja sesuai passion yang dimiliki. Ketiga, terbiasa berpikir kreatif dan inovatif. Sebab itulah seorang freelance bisa enjoy dengan pekerjaannya karena bisa selalu berinovasi.
Keempat, bisa bekerja di beberapa perusahaan sekaligus. Ini mendukung bagi freelance yang hendak mencari penghasilan tambahan. Sehingga karena jam kerja tidak diatur oleh perusahaan, pekerja lepas pun bisa mencari kerja sampingan.
Selain punya beberapa kelebihan, pekerja lepas juga punya beberapa kekurangan sebagai berikut: Pertama, adanya tuntutan untuk selalu mendapatkan inspirasi. Bagi seorang desainer, atau penulis konten hal ini menjadi kewajiban harian demi memenuhi tuntutan kerja. Sehingga perlu untuk terus mencari inspirasi agar pekerjaan bisa selesai.
Kedua, tidak ada pembagian waktu yang jelas antara kerja dan hal lain. Seorang pekerja lepas tidak memiliki manajemen yang teratur. Itu karena pekerjaan bisa dapat kapan saja dan dimana saja. Bagi seorang pekerja lepas perlu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.
Ketiga, frekuensi pekerjaan dan penghasilan tidak menentu. Hal itu karena tidak adanya kontrak kerja sehingga suatu perusahaan bisa sewaktu-waktu memutus pekerjaan dengan freelance. Ada juga perusahaan yang datang tiba-tiba guna menambah pendapatan. Perhitungan hasil yang didapat pun kadang kurang jelas.
Keempat, tidak mendapatkan fasilitas kantor. Bekerja dari jarak jauh membuat pekerja lepas tidak bisa menikmati fasilitas yang ada di kantor. Mereka harus siap dengan peralatan dari diri sendiri.
Terlepas dari kekurangan dan kelebihan dari freelance, pekerjaan ini nyatanya banyak diminati. Terutama dari kalangan anak milenial banyak yang suka menjadi freelance. [dan/tur]






