Magetan (beritajatim.com) – Kekeringan membuat sejumlah wsrga Desa Kuwon Kecamatan Karas Kabupaten Magetan kesulitan air bersih. Mereka terpaksa meminta air dari petani yang menyalakan sumur sawah. Ada pula yang memperdalam sumur rumah, agar bisa mendapat air bersih.
Suwati (55) warga Dusun Kuwon, desa setempat mengaku hanya bisa menunggu para petani yang memiliki sawah di dekat rumahnya untuk menyalakan air dari sumur sibel.
“Kekeringan sudah dua minggu lebih. Sumur sudah mengering. Saya hanya bisa menunggu petani yang punya sumur sibel ini untuk dinyalakan. Kalau pas nyala, saya pasti minta,” terang Suwati.
Usai mendapat air dari sumur sawah, air tersebut digunakannya untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK). Sementara untuk air minum, dirinya kadang membeli air minum kemasan atau meminta tetangga. “Kalau untuk minum ya kadang beli, kadang minta,” katanya.

Sementara, warga lain yakni Surati (55) mengaku memikih memperdalam sumur rumahnya. Sebelumnya, sumur kedalaman 14 meter itu tak pernah kering. Namun, beberapa minggu terakhir mulai mengering hingga akhirnya dia memilih memperdalam sumur.
“Sebelumnya, anak saya saya suruh keliling sambil bawa tandon buat nyari air bersih pakai pikap. Tapi, akhirnya saya milih memperdalam sumur. Saya tambah 3 meter. Saya menunggu bantuan tidak kunjung datang,” katanya.
Hingga akhirnya, kondisi itu direspons oleh Pemdes setempat. Pemdes kemudian memohon pada BPBD Magetan untuk mengirimkan bantuan air bersih.

“Sudah bersurat kemarin, dan hari ini (14/09/2024) kami mengirimkan satu tangki air ke Desa Kuwon. Ini adalah droping air bersih pertama setelah 2019 lalu,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi.
Eka mengatakan, bakal mengirim 6.000 liter air bersih untuk sejumlah KK yang terdampak.
“Berdasar kebutuhan rata-rata per hari yakni 60 liter, kami sesuaikan dengan jumlah KK yang terdampak, jadi kami kirimkan 6.000 liter air bersih,” katanya.
Diketahui, Desa Kuwon merupakan desa yang dulu pernah tercatat sebagai desa yang mengalami kekeringan pada 2019 lalu bersama sejumlah desa lain. Desa Karas, dan Desa Sobontoro. Kemudian, di Kecamatan Parang yakni Desa Mategal dan Desa Pragak. Serta, Kecamatan Lembeyan yakni Desa Lembeyan Wetan, Lembeyan Kulon, dan Kediren. [fiq/ian]






