Ponorogo (Beritajatim.com) – Bencana kekeringan di Kabupaten Ponorogo semakin meluas. Terbaru, ada permintaan droping air bersih untuk dikirim ke 2 dusun di 2 kecamatan berbeda. Pada pertengahan minggu ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, akan mengirimkan bantuan air bersih ke Dusun Bungur Desa Munggu di Kecamatan Bungkal dan Dusun Krajan Desa Pangkal di Kecamatan Sawoo. Sehingga, total ada 9 dusun di bumi reog yang mengalami bencana kekeringan.
“Kita langsung respon permintaan bantuan air bersih dari 2 dusun yang terbaru yakni Dusun Bungur di Kecamatan Bungkal dan Dusun Krajan di Kecamatan Sawoo. Minggu ini akan kita kirim air bersih,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Senin (02/09/2024).
Masun menjelaskan bahwa untuk Dusun Bungur di Kecamatan Bungkal, terdapat 58 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sementara di Dusun Krajan Kecamatan Sawoo, terdapat 20 KK yang membutuhkan air bersih. “Dua titik terbaru ini dari pihak desa sudah mengirimkan surat permintaan dropping air bersih kepada BPBD Ponorogo,” katanya.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, BPBD Ponorogo pun telah menyiapkan tandon air dan terpal untuk digunakan di 2 dusun tersebut. Masun menyebutkan bahwa 2 dusun ini, sebelumnya sudah masuk prediksi wilayah di Ponorogo yang mengalami kekeringan.
“Kedua titik ini sudah masuk dalam prediksi wilayah kekeringan, berdasarkan asesmen yang dilakukan BPBD Ponorogo sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Masun memperkirakan bahwa wilayah yang mengalami kekeringan di Ponorogo akan terus bertambah. Menurut asesmen BPBD Ponorogo, setidaknya ada 15 dusun di Kabupaten Ponorogo yang diprediksi akan membutuhkan bantuan air bersih dalam waktu dekat. “Dengan tambahan 2 dusun ini, total ada 9 dusun di Ponorogo yang mengalami kekeringan,” tutupnya. (end/kun)






