Ringkasan Berita:
- Polres Gresik menyalurkan 10 tangki air bersih kepada warga Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kamis (22/10/2026).
- Bantuan didistribusikan ke Dusun Pandanan sebanyak lima tangki, Dusun Gancung dua tangki, dan Dusun Wates tiga tangki.
- Kepala Desa Pandanan menyebut sedikitnya lima desa di Kecamatan Duduksampeyan masih kesulitan mendapatkan air bersih.
- Warga berharap penyaluran air bersih berlanjut selama musim kemarau karena jaringan layanan PDAM belum tersedia di desa mereka.
Gresik (beritajatim.com) – Kekeringan akibat kemarau panjang membuat warga Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polres Gresik menyalurkan 10 tangki air bersih ke tiga dusun di desa tersebut, Kamis (22/10/2026).
Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak lima tangki air bersih didistribusikan ke Dusun Pandanan, dua tangki ke Dusun Gancung, dan tiga tangki ke Dusun Wates. Penyaluran bantuan dikawal langsung Kapolsek Duduksampeyan Iptu I Ketut Riasa bersama anggota, didampingi Kepala Desa Pandanan, Suryadi.
I Ketut Riasa mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Pandanan Suryadi menuturkan, sedikitnya lima desa di Kecamatan Duduksampeyan masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kelima desa tersebut yakni Pandanan, Tumapel, Kandangan, Tambakrejo, dan Panjunan.
Menurut Suryadi, kondisi tersebut diperparah belum tersedianya jaringan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di desa-desa tersebut. Akibatnya, warga menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
Suryadi mengapresiasi bantuan dari Polsek Duduksampeyan karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi kekeringan. Namun, ia berharap bantuan serupa tidak berhenti pada penyaluran kali ini, mengingat kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan bagi masyarakat selama musim kemarau.
“Kalau bisa penyaluran air bersih tidak kali ini saja tapi terus berlanjut karena warga sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Salah satu warga, Samiadji (54), mengaku terbantu dengan adanya penyaluran air bersih tersebut. Menurutnya, air bantuan itu tidak hanya dimanfaatkan untuk mandi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Sangat terbantu sekali tidak hanya buat mandi tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. [dny/beq]






