Ringkasan Berita:
- Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin meninjau kebakaran TPA Supit Urang bersama Forkopimda pada Kamis (22/10/2026).
- Pemkot Malang memprioritaskan percepatan pemadaman dengan mempertimbangkan keselamatan petugas dan relawan akibat asap.
- Sekitar 50-70 titik api kecil masih tersisa di sisi utara dan barat TPA Supit Urang.
- Penanganan kebakaran melibatkan Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, Polresta Malang Kota, serta bantuan dari pihak swasta.
Malang (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin memprioritaskan proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur. Hingga Kamis (22/10/2026), kondisi kebakaran mulai terkendali, tetapi sejumlah titik api kecil masih tersisa dan mengeluarkan asap.
Ali meninjau langsung lokasi kebakaran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. Setelah melihat proses penanganan di lapangan, ia memimpin rapat koordinasi untuk mempercepat pemadaman sekaligus memastikan keselamatan petugas dan relawan.
“Kami berkoordinasi secara langsung terkait kebutuhan alat-alat untuk mempercepat. Karena situasi asapnya juga agak membahayakan karena itu butuh percepatan dengan metode khusus supaya relawan kami juga tidak menjadi korban,” kata Ali Muthohirin.
Ali mengatakan, melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah menyiapkan skema penanganan agar pemadaman berjalan lebih cepat dan tidak membahayakan petugas maupun masyarakat di sekitar TPA Supit Urang.
Selain Damkar Kota Malang, penanganan kebakaran juga mendapat bantuan dari tim Damkar Kabupaten Malang, Polresta Malang Kota, serta pihak swasta. Dukungan lintas instansi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pengendalian api di lokasi.
“Yang jelas kami upayakan percepatan. Kami belum bisa menjanjikan kapan selesainya. Tetapi pasca tinjauan ini kami akan rapat bersama dengan Forkopimda dan OPD terkait,” ujar Ali.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno menyebutkan, penanganan kebakaran melibatkan sekitar 40 personel dari Damkar Kota Malang. Petugas juga mendapat bantuan tiga unit mobil pemadam dan 15 personel dari Damkar Kabupaten Malang.
Bantuan tambahan berasal dari unit pemadam kebakaran milik pabrik Bentoel dan Grendel, serta mobil water cannon dari Polresta Malang Kota.
Prayitno menjelaskan, kondisi api pada malam sebelumnya sudah mengecil dibandingkan saat sore hari. Meski demikian, petugas masih menemukan puluhan titik api kecil yang tersebar di sisi utara dan barat area TPA.
“Untuk kondisi api pada malam tadi sudah mengecil, dibandingkan saat sore. Sekarang tinggal 50 sampai 70 titik api kecil tersisa yang berada di sisi utara dan barat. Sekitar 30 persen area yang terbakar tadi sudah dibasahi dan tinggal asapnya saja yang mengepul. Di sisi utara dan barat masih ada api-api kecil, menyebar secara sporadis,” ujar Prayitno. [luc/beq]






