Pamekasan (beritajatim.com) – Kekalahan dramatis 2-3 Madura United FC dari Persija pada pekan kedelapan BRI Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jum’at (22/10/2021) malam. Mulai membebani mental skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Sebab kekalahan tersebut membuat mereka justru menambah catatan gagal menang dari delapan laga yang dijalani, sekaligus kegagalan meraup poin untuk memperbaiki posisi mereka yang berada di luar 10 besar klasemem sementara.
Bahkan dari hasil tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu hanya meraup 8 poin dari delapan laga yang dijalani. Sekaligus memupuskan harapan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air.
Kondisi tersebut tentunya memberi tekanan psikologis bagi skuad binaan Rahmad Darmawan, terlebih persaingan antar klub semakin ketat khususnya memasuki Seri 2 Liga 1. “Kalau melihat posisi tim yang tidak sesuai harapan, tentu menjadi tekanan tersendiri,” kata David Laly.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
“Tapi bagi kami, tekanan ini bukan justru mengganggu tim. Tapi sebaliknya, kondisi ini bakal menjadi tambahan motivasi untuk terus berbenah dan memperbaiki tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” sambung pemain yang berposisi sebagai winger.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan kekalahan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi tim asal Pulau Garam, guna menghadapi laga berikutnya. “Tekananan ini menjadi motivasi agar kami mengoreksi diri lebih baik. Semoga bisa mengembalikan tim ke posisi yang seharusnya,” pungkasnya.
Pada laga kontra Macan Kemayoran, Madura United tertinggal 3 gol pada menit 19′, 52′ dan 54′. Namun akhirnya mereka hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui 2 gol yang dicetak Hugo Gomes pada menit 91′, serta Rafael Silva pada menit 94′. [pin/but]






