Tonny Pramuharso memperoleh kejutan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang hari jadinya. Pria kelahiran Surabaya, 22 April 1959, ini memperoleh penghargaan sebagai pendonor darah terbanyak.
Tonny mendonorkan darahnya sejak 1976 PMI Jember mencatat, ia sudah mendonorkan darahnya sebanyak 209 kali. Lebih banyak daripada Bumantara Firmansyah (191 kali) dan Dewan Hartanto (189 kali). “Kalau tidak donor, tidak enak,” kata insinyur pensiunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember ini.
Dulu, Tonny hanya bisa mendonorkan darah tiga kali setahun, karena ada pembatasan. Namun saat ini dia bisa mendonorkan darah lima sampai enam kali setahun. “Saya sekarang rutin dua bulan sekali. Kendalanya ya cuma kadang Hb (hemoglobin) tinggi. Tapi setelah ditunda beberapa waktu, bisa,” katanya.
Tonny berharap warga juga bersemangat mendonorkan darah. “Ini kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Saya juga minta ke PMI agar rutin melakukan pertemuan pendonor,” katanya.
Ketua PMI Kabupaten Jember Zaenal Marzuki memuji Tonny, Bumantara, dan Dewan. “Ini membanggakan kami, karena beliau semua bukan sekadar pendonor darah sukarela, tapi juga penyemangat bagi kami dan contoh bagi warga yang lain,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmi-jember”]
“Pengabdian mereka untuk mendukung PMI dan masyarakat luar biasa. Darah mereka selalu digunakan untuk kepentingan menyembuhkan orang sakit. Tiga orang ini memang tokoh pendonor darah sukarela di Jember yang sangat berpengaruh terhadap pendonor pemula maupun yang sudah rutin. Semua melihat beliau cukup sepuh (tua) tapi cukup sehat untuk menyumbangkan darah bagi pasien yang membutuhkan,” kata Zaenal.
Penghargaan pendonor tertinggi dari presiden, yakni untuk 100 kali donor darah. “Jadi kami tidak lagi memberikan piagam penghargaan, karena setelah piagam penghargaan dari presiden, tidak ada lagi piagam penghargaan lain yang bisa diberikan. Maka kami membuat plakat dari PMI Jember yang bertuliskan ‘Penghargaan Atas Jasa dan Dukungannya Berkarya Tiada Henti Bersama PMI untuk Kemanusiaan. Di balik plakat tertulis prinsip dasar gerakan PMI dan Bulan Sabit Merah,” kata Zaenal. [wir/but]






