Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar, Santoso bersama Ketua Harian E-Sport Indonesia Jawa Timur (ESI Jatim) Daniel Agung, secara resmi membuka Kejuaraan Provinsi E-Sport Indonesia Jawa Timur (Kejurprov ESI Jatim) 2023. Ada 5 cabang olahraga Kejurprov ESI Jatim yang akan dipertandingkan mulai Senin (19/06/23).
Free Fire dan Wild Rift jadi 2 cabang olahraga E-Sport pertama yang akan dipertandingkan pada Kejurprov Jatim 2023. Ketua Harian ESI Jawa Timur, Daniel Agung pun berharap seluruh atlet yang bertarung di Kejurprov menjujung tinggi nilai sportivitas serta digunakan sebagai ajang untuk saling beradu kemampuan.
Total ada sekitar 150 atlet dari 30 daerah di Jawa Timur yang akan bertanding dan uji kemampuan di Kejurprov E-Sport Indonesia Jawa Timur.
“Untuk atlet yang bertanding biasanya dalam satu kabur kurang lebih diangkat 25 tim sampai 30 tim jadi ada 30 kali 5 kurang lebih 150 lebih atlet yang akan hadir di sini jadi yang akan hadir di sini kan cuma perwakilan aja tanpa ada kualifikasi,” kata Daniel Agung, Minggu (18/06/23).
E-Sport Indonesia (ESI) Jawa Timur berharap Kejurprov ini bisa menjadi wadah untuk menemukan atlet baru. Kejurprov ESI ini pun diharapkan menjadi jalan untuk regenerasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Sea Games.
“Harapan kami dengan adanya keju prof Ini adanya bibit-bibit baru dan bibit-bibit unggul yang pastinya nantinya bisa membawa Jawa Timur ke ranah Pon bahkan regenerasi untuk sea games bahkan sampai Asian games dan seterusnya,” imbuhnya
Meski masih berusia 3 tahun, perkembangan E-Sport di Jawa Timur cukup cepat dan baik. Selama 3 tahun ini sudah banyak atlet E-Sport yang dihasilkan oleh Provinsi paling timur di Pulau Jawa Tersebut.
Hal ini pun membuktikan bahwa E-Sport telah dipandang sebagai olahraga yang menjanjikan dan bukan hanya menghamburkan uang atau waktu tanpa tujuan yang jelas. Banyaknya atlet E-Sport yang bermunculan di Jawa Timur pun berjalan lurus dengan prestasi yang dihasilkan.
BACA JUGA:
Bupati Mabar, E-Sport Malang Lahirkan Atlet Unggulan
ESI Jatim sebagai induk yang mewadahi para atlet itu pun merasa bangga dan terus terpacu untuk meningkatkan prestasi di kanca Nasional hingga Internasional. Upaya yang dilakukan oleh ESI Jawa Timur inipun seolah mematahkan stigma negatif masyarakat selama ini tentang E-Sport.
“Untuk bertanding dengan nasional cukup tinggi karena bisa terlihat dari kemarin di SEA games kita dari Jawa Timur, dua orang bisa membawa emas dalam kategori pertandingan mobile legends cewek,” tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Blitar, Santoso mengapresiasi dengan adanya Kejuaraan Provinsi E-Sport Indonesia Jawa Timur (Kejurprov ESI Jatim) 2023 yang diadakan di area Blitar Djadoel. Menurutnya penting E-Sport ini disosialisasikan ke masyarakat.
BACA JUGA:
Pendaftaran Kapolda Jatim Esports Competition 2023 Sudah Dibuka, Simak Syaratnya
Hal itu bertujuan untuk mematahkan stigma negatif tentang olahraga yang identik dengan gadget atau HP. Pemkot Blitar pun mendukung penuh pembinaan atlet E-Sport.
Santoso berpandangan bahwa anak muda yang menyukai games online perlu diarahkan melalui memiliki induk olahraga yakni E-Sport Indonesia.
“Jadi kemarin sudah saya sanggupi satu tempat home base sebagai kantornya tempat berkumpulnya anak-anak untuk mengasah kemampuan mereka di home di situ,”
“Jadi nanti di situ anak-anak sambil cangkruk cangkruk sambil ngobrol-ngobrol bisa sembari menyusun program sehingga esport kota Blitar bisa ikut bersumbangsih dalam tingkat nasional,” katanya. [owi/but]






