Tuban (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban menyatakan kesiapan dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tuban sesuai arahan dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jam Intel) yang sebelumnya datang ke Tuban untuk launching sistem digital Jagadapurmbg.id sebagai bahan aduan.
Kepala Kejaksaan Negeri Tuban, Supardi, menyampaikan pengawasan untuk program MBG ini diperkuat melalui pemanfaatan sistem Jagadapurmbg.id yang terintegrasi langsung dengan laporan dari penerima manfaat.
“Dalam hal ini penerima manfaaf, salah satu pihak yang terlibat adalah kepala sekolah,” ujar Supardi. Sabtu (04/03/2026).
Ia juga menjelaskan, sistem digital tersebut dirancang untuk memantau pelaksanaan program MBG yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.
“Kami dari Kejaksaan memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan MBG, terutama berdasarkan laporan yang masuk melalui aplikasi,” terang Supardi.
Lanjutnya, masyarakat penerima manfaat diberikan akses untuk menyampaikan keluhan maupun laporan terkait pelaksanaan program secara langsung melalui sistem tersebut.
“Laporan yang masuk akan menjadi dasar bagi Kejaksaan dalam melakukan tindak lanjut pengawasan di lapangan,” imbuhnya.
Sementara, untuk mekanisme pelaporan berbasis digital ini bertujuan untuk meminimalisir potensi penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks. Sehingga, Kejari Tuban berkomitmen akan menindaklanjuti laporan resmi yang tercatat dalam sistem.
“Yang kami tampung adalah laporan melalui aplikasi. Kami harus selektif agar tidak terjadi penyebaran berita hoaks,” tegas Kajari.
Selain itu, akses aplikasi juga dibatasi hanya untuk penerima manfaat, guna menghindari potensi penyalahgunaan, termasuk risiko peretasan.
Sehingga, melalui sistem yang terkontrol, diharapkan pengawasan program MBG dapat berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat.
“Kejaksaan dalam hal ini bersifat sebagai pelaksana pengawasan di wilayah, dengan fokus memastikan seluruh proses berjalan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. [dya/ted]






