Malang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Kota Malang menyerahkan uang kepada korban investasi bodong robot trading Evotrade yang tergabung dalam Paguyuban Perlindungan Investor Evotrade (PPIE). Uang yang diserahkan Rp8,4 Miliar kepada 68 korban investasi bodong.
Kepala Kejari Kota Malang, Tri Joko mengatakan bahwa dana yang diberikan merupakan hasik lelang delapan unit kendaraan mewah milik terpidana Anang Diantoko. Pengembalian kerugian korban tindak lanjut dari pengembalian sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp200 miliar.
“Telah dilaksanakan eksekusi putusan pengadilan terkait pengembalian uang perkara Evotrade sebesar Rp8.448.000.000. Dana hasil lelang delapan kendaraan ini (tahap dua saat ini) sudah disimpan di rekening penampungan BNI dan hari ini kami serahkan kepada PPIE,” ujar Tri Joko, Selasa (3/6/2025).
Dana Rp8,4 miliar akan disalurkan kepada 68 orang yang sebelumnya mengajukan restitusi hingga diputuskan berhak menerima oleh pengadilan. Selain itu, masih ada dua aset berupa tanah dan bangunan di kawasan Araya yang sedang dalam proses taksiran oleh KPKNL untuk dilelang.
“Saya minta wanti-wanti kepada teman-teman paguyuban untuk melaksanakan tupoksinya dengan baik. Jika ada penyimpangan, kami akan tindak secara pidana. Ini bisa menjadi kasus korupsi,” ujar Tri Joko.
Sementara itu, Bendahara PPIE, David Son Samosir mengatakan dana Rp8,4 miliar ini akan disalurkan kepada 68 korban dengan dibagikan secara proporsional kepada korban lainnya. Meski pengembalian barang bukti tidak menutupi seluruh kerugian korban, mereka tetap senang ada yang bisa kembali.
“Tidak ada satu pun korban yang memperoleh pengembalian secara full karena memang lebih besar kerugian daripada aset yang diperoleh dari rampasan tindak pidana. Yang jelas akan dibagikan secara proporsional,” ujar David.
Paguyuban ini sebelumnya menangani 1.608 korban pada tahap pertama pencairan. Untuk penyaluran dana tahap kedua ini akan dilakukan langsung ke rekening masing-masing korban tanpa perantara untuk menghindari potensi masalah.
“Kami akan langsung berhubungan dengan korban dan mentransfer langsung ke rekening korban tanpa melalui perantara, kami pastikan tidak ada cawe-cawe,” ujar David. (luc/but)






