Malang (beritajatim.com) – Dua program studi (prodi), yaitu Psikologi dan Kedokteran menjadi peminat terbanyak di Universitas Brawijaya (UB) Malang jalur SNBT untuk program studi saintek dan sosial humaniora. Bahkan peluang masuk siswa di dua prodi tersebut sangat ketat, hanya 3% saja.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, menyampaikan bahwa tahun 2023 ini, sebanyak 62.327 siswa mendaftar SNBT di UB. Hal ini membuat UB menjadi perguruan tinggi dengan pendaftar terbanyak di Indonesia.

“Untuk saintek prodi dengan jumlah peminat terbanyak ada Kedokteran sebanyak 3.305, disusul Teknik Informatika sebanyak 2.312, dan Sistem Informasi sebanyak 1.498. Sementara untuk Sosial Humaniora, ada prodi Psikologi di posisi pertama dengan peminat sebanyak 3.248, diikuti Ilmu Hukum sebanyak 3156, dan Manajemen sejumlah 2.308,” kata Prof Imam saat jumpa media.
Dari sisi keketatan, imbuh Prof Imam, Prodi Kedokteran dan Psikologi memiliki peluang siswa yang diterima hanya tiga persen dari total peminat. Ditambah Prodi Kedokteran skornya paling tinggi selain dari keketatannya grade nilai juga begitu tinggi.
“Farmasi yang diterima tiga persen tapi nilainya tidak setinggi Prodi Kedokteran,” katanya Warek Akademik UB ini.
Baca Juga: FIA dan FEB Universitas Brawijaya Malang Tambah Guru Besar
Setelah pengumuman SNBT, siswa yang lolos diharuskan daftar ulang dengan mengisi dokumen yang dibutuhkan terkait penentuan UKT. UB termasuk salah satu perguruan tinggi yang memperhatikan kondisi orang tua, UKT golongan 1-8 tiap fakultas bervariasi kemampuan ekonomi masing-masing. katanya.
“Pada SNBT kali ini jumlah kuota yang ditetapkan UB untuk semua jalur, yaitu 30 persen (SNBP), 30 persen (SNBT), dan an 40 persen (Mandiri). Jika nanti ada siswa yang tidak daftar ulang, maka kuotanya akan dilimpahkan pada jalur lainnya,” ujar Prof Imam.
“Misalnya kuota siswa yang tidak daftar ulang pada SNBP akan dilimpahkan pada jalur SNBT. Begitu pun siswa yang tidak daftar ulang pada jalur SNBT, kuotanya akan dilimpahkan pada jalur Mandiri,” jelasnya mengakhiri. (dan/ted)






