Surabaya (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu – lintas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih tinggi, selama tujuh bulan terakhir.
Angka kecelakaan mencapai 145 kejadian diantaranya kecelakaan yang didominasi oleh kendaraan roda dua dengan angkutan barang bermuatan besar seperti truk atau trailer.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Moch. Su’ud mengatakan sebanyak 133 korba luka – luka dan 44 korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu-lintas pada semester pertama tahun 2023.
“Peristiwa kecelakaan terjadi merata Surabaya Utara yaitu jalan Jakarta, jalan Gresik, jalan M Noer dan kawasan Kalianak meliputi jalan Greges, jalan Margomulyo dan jalan Tambak Langon,” kata AKP Moch Su’ud.
Baca Juga: Dua Saksi Berikan Keterangan dalam Gugatan Crazy Rich Surabaya
Fatalitas kecelakaan tertinggi kerap terjadi di kawasan Kalianak dan Asemrowo, kecelakaan didominiasi oleh kendaraan roda dua dengan angkutan barang seperti truk atau trailer.
Tidak sedikit korban meninggal dunia atas insiden tersebut dikarenakan human error serta permukaan atau kondisi jalan yang tidak merata kerap menjadi peyebab utama terjadinya kecelakaan.
Sebagai langkah pencegahan berbagai upaya terus dilakukan pihaknya mulai dari menerapkan aturan pembatasan jam operasional bagi angkutan barang pada pagi dan sore hari.
Kemudian menambah rambu-rambu lalu – lintas serta lampu penerangan hingga berkoordinasi dengan anggota forum lalu – lintas yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya serta para pemilik usaha bongkar muat.






