Gresik (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pantura Daendels Gresik, antara bus peziarah dengan dump truk di wilayah Desa Kemangi, Kecamatan Bungah mengakibatkan 5 orang meninggal dan 10 luka-luka. Kecelakaan ini terjadi Sabtu (27/1/2024) malam.
Korban meninggal dunia diantaranya Kasmini (63) asal Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kemudian Norman Alif Agustyayah (28) dan Anik (55) warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Selanjutnya Auliyah Mahfiroh Rahmadani (17) pelajar asal Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, serta Utanta Ihza Mahendra (17) pelajar asal Desa Karangjati, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Sedangkan korban penumpang bus yang mengalami luka-luka. Yakni, Meta Herlin Nurjayanti (33) dan Ida Rochmawati (48), keduanya warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kemudian, Putut Santoso (45) warga asal Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Sri Sulastri (56), Darip (76) Jiono, (47), Munaji (60) dan Hartatik (58), yang semuanya warga asal Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.
Sedangkan sopir bus Masrukin (55) warga Desa Keboharan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo mengalami luka ringan, dan sopir dump truk tronton Adi (50) warga Desa Tambakromo Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, juga mengalami luka ringan.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Derie Fraseca menuturkan, ada 5 orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka. “Yang meninggal di TKP ada 4 orang, dan 1 orang meninggal di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis,” tuturnya, Minggu (28/1/2024).
Perwira pertama Polri itu menambahkan, penyebab kecelakan ini pengemudi bus kurang konsentrasi saat berkendara sehingga oleng ke kanan melebihi marka as jalan tengah. Lalu bertabrakan dengan dump truk.
“Diduga mengantuk sehingga keluar marka as jalan tengah. Selain ada korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengalami kerugian material puluhan juta rupiah,” imbuhnya.
Sementara Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni mengungkapkan ada 5 korban meninggal yang di bawa di kamar jenazah dan korban luka-luka yang dirawat.
“Ada empat orang di rawat IGD, 1 orang rencana di rujuk ke RSU dr Sutomo Surabaya, 1 orang sudah pulang dan 2 orang menjalani rawat inap dan 5 orang meninggal di kamar jenazah,” ujarnya. [dny/suf]






