Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Dusun Gumelem, Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (21/2/2026) dini hari.
Insiden yang diduga dipicu oleh penggunaan obat nyamuk bakar ini mengakibatkan satu orang penghuni rumah bernama Sri Wahyuning Indriani meninggal dunia, sementara sembilan orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kobaran api melahap sekitar 25 persen bangunan milik H Iswanto (60) yang memiliki total luas 10 x 30 meter. Area yang terdampak kerusakan paling parah meliputi ruang tamu dan satu kamar tidur, dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, menyatakan bahwa api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 04.45 WIB. Laporan baru diterima oleh Pos Damkar Sumberrejo pada pukul 05.28 WIB, yang kemudian segera direspons dengan pengerahan personel.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.40 WIB,” ujar Ahmad Agus Salim, Sabtu (21/2/2026).
Meskipun api sempat membesar, petugas Damkar berhasil melokalisir rambatan si jago merah sehingga tidak merembet ke rumah tetangga. Petugas juga sukses menyelamatkan aset berharga senilai kurang lebih Rp400 juta dari dalam bangunan, termasuk dua unit mobil dan lima unit freezer daging milik pemilik rumah.
“Proses pemadaman melibatkan satu unit armada dan tiga personel dari Pos Sumberrejo tanpa kendala berarti,” lanjut Agus Salim menjelaskan penanganan di lokasi kejadian.
Setelah api dipadamkan sepenuhnya, petugas tetap berada di lokasi untuk memberikan edukasi kepada warga setempat mengenai langkah pencegahan kebakaran dan penanganan awal jika muncul titik api.
“Edukasi ini ditekankan agar masyarakat lebih waspada terhadap penggunaan pemicu api di dalam rumah, seperti obat nyamuk bakar atau instalasi listrik, serta memahami prosedur pemanggilan layanan darurat guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan,” pungkas Agus Salim. [lus/ian]






