Gresik (beritajatim.com) – Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran gas LPG menggegerkan warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Insiden tersebut terjadi saat aktivitas rumah tangga berlangsung normal, namun tiba-tiba berubah menjadi kepanikan setelah api muncul dari area dapur.
Peristiwa bermula ketika Tini (67), warga Desa Gedangkulut, sedang memasak menggunakan kompor gas di dalam rumah. Di saat yang sama, suaminya, H. Sakri (70), tengah memperbaiki sepeda motor Honda PCX miliknya di dekat lokasi kejadian.
Tanpa diduga, tabung LPG diduga mengalami kebocoran hingga memicu semburan api besar. Kobaran api dengan cepat menyambar area sekitar, termasuk sepeda motor yang sedang diperbaiki hingga hangus dan hanya menyisakan rangka.
Semburan api juga menyebabkan Sakri mengalami luka bakar. Warga sekitar yang panik langsung berupaya memberikan pertolongan sekaligus memadamkan api secara swadaya agar tidak merembet ke bangunan lain.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Tim dari Pos Damkar Menganti yang menerima laporan segera bergerak cepat menuju lokasi.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah berhasil dipadamkan oleh warga. Meski demikian, personel damkar tetap melakukan prosedur penanganan dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta melakukan pembasahan pada area yang masih panas untuk mencegah potensi kebakaran susulan.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, Suyono, mengatakan bahwa kedua korban mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan medis.
“Keduanya sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina guna menjalani perawatan medis karena mengalami luka bakar,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, petugas melakukan pendataan serta evaluasi di lokasi sebelum kembali ke pos untuk bersiaga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan gas LPG di rumah. Pemeriksaan rutin terhadap tabung, regulator, dan selang sangat penting dilakukan guna mencegah kebocoran yang berpotensi memicu kebakaran dan membahayakan keselamatan jiwa. [dny/but]






