Lamongan (beritajatim.com) – Kebakaran melanda area depan Pasar Kecamatan Pucuk, Kabupatan Lamongan. Kebakaran tersebut menghanguskan empat unit ruko atau kios dan menyebabkan satu unit stand terdampak.
Peristiwa kebakaran itu terjadi Kamis (12/9/2024) tengah malam, tepatnya pukul 23.15 WIB. Stand yang hangus terbakar yakni milik Samsul (55 tahun) dan Saefudin (48 tahun). Keduanya warga Desa Pucuk.
Total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 600 juta. Sementara korban terdampak lainnya, yaitu Romyu (80 tahun), yang memiliki stand berukuran 4×6 meter, mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.
Api pertama kali muncul dari stand fotocopy milik Samsul, yang diduga disebabkan korsleting listrik. Banyaknya barang yang mudah terbakar, sspertinkertas dan lainnya, membuat apu cepat membesar.
“Tiba-tiba saja api muncul dari dalam stand fotokopi itu, dan cepat menyebar ke stand-stand lain,” kata Mufta, salah satu warga di lokasi.
Warga yang mengetahui kebakaran itu, langsung bergegas melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Peristiwa itu juga diumumkan nelalui masjid agar lebih banyak warga yang nembantu, serta melaporkan ke petugas pemadam kebakaran.
Namun api yang begitu besar dan peralatan yang terbatas, membuat warga kesuitan memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 23:50 WIB dengan mengerahkan tiga armada dari Korwil Babat, dua armada dari Korwil Lamongan, dan satu armada dari Korwil Paciran.
Setelah bekerja keras dengan dibantu warga api berhasil dipadamkan Jumat (13/9/2024) dini hari, sekitar pukul 01:30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
“Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, tapi sementara ini diduga karena korsleting listrik,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid. (fak/ted)






