Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran hutan di Gunung Lawu masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan kini mengarah ke utara dan timur pada Selasa (17/10/2023) sore. Petugas saat ini hanya bisa melakukan pemantauan dari Cemoro Sewu Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.
Tapi masih belum bisa dikendalikan karena terkendala medan yang sulit. Petugas hanya bisa melakukan pemantauan dan membuat ilaran. Sejumlah petugas sudah naik pada Selasa siang dan saat ini masih masih melakukan rapat lebih lanjut untuk penanggulangan karhutla Gunung Lawu.
Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Windu Prasitama mengatakan bahwa menurut pantauan dari wilayah bawah api sedang menuju ke utara dan ke arah timur angin masih bertiup kencang sehingga kebakaran terus meluas
“Kami masih melakukan pemantauan dan membuat ilaran karena lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh petugas api mengarah ke utara dan timur yang ke selatan juga ada namun tidak terlalu besar,” kata Windu.
Mayoritas tanaman yang terbakar selain Sabana adalah Rimba campur yang merupakan pohon eukaliptus kristania dan lain sebagainya.
BACA JUGA:
Titik Api Muncul Lagi di Gunung Lawu Magetan, Bakar Sabana
Kebakaran masih berada di petak 73 RPH Sarangan masuk desa Getas Anyar Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan. luasan petak 73 tersebut mencapai sekitar 1.000 hektar yang terletak di dua RPH sekaligus yakni Sarangan dan Bedagung.
Windu mengatakan pihaknya bersama petugas gabungan dibantu warga setempat bakal membuat ilaran sekaligus menyiapkan pipa dari sumber air untuk digunakan memadamkan api jika sudah mendekat ke jalur ilaran.
BACA JUGA:
Kebakaran Gunung Lawu, Polres Ngawi Periksa 15 Orang
“Ada banyak pipa warga yang bisa dijangkau dan bisa digunakan untuk memadamkan api jika api mendekat ke jalur ilaran karenanya ilaran dibuat di dekat pipa warga tersebut pengalaman dari tahun 2015 pipa warga tak terselamatkan namun kini Kami mencoba menggunakannya untuk memadamkan api,” lanjut Windu.
Hingga saat ini belum diketahui luasan hutan rimba campur yang terbakar. Data terakhir menurut BPBD Jawa Timur hutan yang rusak terbakar di wilayah Magetan mencapai 700 hektar. [fiq/suf]






