Surabaya (beritajatim.com)- Satu karyawan CV Rajawali Chemical dikabarkan menghilang saat gudang tiner dijalan Kalianak itu kebakaran. Salah satu saksi bernama Sukandar Riyanto (37) menjelaskan bahwa ada 8 orang berada di area gudang saat pertama kali api muncul di ruang manajemen, Senin (18/12/2023) malam.
Kebakaran yang melahap keseluruhan gudang di Jalan Kalianak Madya, 55 ini pertama kali diketahui pukul 18.00 WIB. Namun, petugas DPKP Kota Surabaya baru menerima informasi sekitar pukul 19.50 WIB. Sukandar mengatakan bahwa ia bersama rekan-rekannya kebingungan karena barang-barang termasuk handphone berada di dalam ruang manajemen.
“Saya sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR. Namun, api kian membesar dan menyambar gudang. Saat itu sudah ga kepikiran apa-apa hanya lari keluar saja,” kata Sukandar diwawancarai Beritajatim.com di lokasi.
Sukandar menambahkan, saat berada diluar area gudang yang sudah dilalap api, ia hanya melihat 4 rekan kerja dan 2 bos dari CV Rajawali Chemical. 4 rekan kerjanya adalah Heru Prasetyo, Ibrahim, Karim, dan Budi. Sementara, dua bosnya adalah Handoko dan Yuliana. “Yang luka parah Heru, Handoko dan Yuliana. Tiga lainnya luka ringan termasuk saya,” imbuh Sukandar.
Ia lantas mencari keberadaan Umar karena ia meyakini temannya itu berada di area gudang. Keyakinan itu karena mobil Umar masih berada di area gudang. Ia pun berharap Umar bisa ditemukan dalam kondisi selamat. “Terakhir saya lihat masih ada mobilnya. Entah ditinggal atau bagaimana. Saya berharap mas Umar selamat,” tutupnya.
Pantauan Beritajatim.com, tim Inafis Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah tiba di lokasi dan membawa sejumlah barang yang selamat untuk diperiksa. Selain itu, Sukandar juga turut dibawa untuk dimintai keterangan.
Sementara itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya masih terus berjibaku dengan api. Api belum bisa dikendalikan sepenuhnya. Ledakan juga terus terjadi. Sebelumnya, Kebakaran di Gudang Tiner Jalan Kalianak Madya Nomor 55 memakan 6 korban luka-luka, Senin (18/12/2023) malam.
Sukandar Riyanto (37) salah satu karyawan mengatakan bahwa keenam korban adalah Handoyo, Yuliana, Heru Prasetyo yang mengalami luka bakar berat dan Ibrahim, Karim, dan Budi yang mengalami luka ringan. “Ada satu namanya Umar yang sampai saat ini saya belum tahu dimana keberadaannya,” kata Umar saat diwawancarai Beritajatim.com di lokasi. (ang/kun)






