Ponorogo (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo mulai mengurai penyebab kebakaran yang melanda gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo. Sehari setelah api melahap sebagian bangunan rumah sakit milik pemerintah daerah itu, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
Olah TKP dilakukan untuk memastikan sumber api sekaligus menguatkan temuan awal terkait dugaan penyebab kebakaran. Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menegaskan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan belum ditutup.
“Ya memang hari ini kita melakukan olah TKP, inafis dan labfor. Sementara masih pendalaman,” kata AKP Imam Mujali, Senin (5/1/2026).
Dari hasil penelusuran awal, penyidik mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Namun, polisi belum berani menyimpulkan secara final sebelum seluruh tahapan pemeriksaan rampung dilakukan.
“Hasil dari penyelidikan kami, sementara masih disimpulkan karena konsleting listrik. Masih perlu beberapa kegiatan untuk meyakinkan itu,” katanya.
AKP Imam menjelaskan, kebakaran terjadi di area gudang farmasi yang digunakan untuk menyimpan obat-obatan serta dokumen penting milik rumah sakit. Api menghanguskan sebagian bangunan di lantai atas, namun tidak sampai merembet ke seluruh gedung.
“Tempat kejadian kebakaran, tempat obat-obatan dan dokumen. Mungkin 25 – 30 persen gedung terbakar yang ada di lantai atas. Obat-obatan di gedung lantai 2, 90 persen aman. Tapi ada yang terbakar di pintu pertama, dokumen dan obat-obatan ya sekitar 25-30 persen,” kata Imam.
Ia menyebutkan, kebakaran dapat dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama kurang lebih dua jam. Upaya pemadaman yang cepat dinilai mampu mencegah api meluas ke area pelayanan utama rumah sakit.
Dari sisi layanan kesehatan, pihak kepolisian memastikan stok obat untuk pasien hingga kini masih dalam kondisi aman dan tidak mengganggu pelayanan medis di RSUD dr Harjono.
“Sementara stok obat untuk pasien aman, masih menunggu penyelidikan lebih lanjut, stok obat aman,” katanya.
Dalam proses penyidikan, petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan titik awal munculnya api. Barang bukti tersebut akan dianalisis lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran secara ilmiah.
“Yang diamankan masih barang bukti terkait titik api. Masih pendalaman untuk identifikasi. Menurut hasil penelitian lantai 1, titik api awal. Tapi kemungkinan dari konsleting listrik,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi pada Minggu (4/1/2025) sore di gudang farmasi RSUD dr Harjono yang berada di belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Asap pertama kali terlihat keluar dari lantai dua sekitar pukul 16.15 WIB.
Kondisi gudang yang dipenuhi dokumen medis dan material mudah terbakar membuat api cepat membesar. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, diperkuat dua mobil tangki air milik BPBD Ponorogo. Api baru berhasil dikendalikan setelah lebih dari dua jam penanganan intensif. [end/beq]






