Ringkasan Berita:
- Kebakaran gudang pengolahan ban bekas milik PT Energy Hai Xin di Desa Domas, Trowulan, Mojokerto, masih berlangsung hingga Jumat (23/10/2026) pagi.
- Api pertama kali diketahui petugas keamanan sekitar pukul 17.30 WIB pada Kamis (22/10/2026).
- Petugas berupaya membatasi area kebakaran dengan memisahkan tumpukan ban yang belum terbakar sebelum melanjutkan penyemprotan air.
- Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran gudang pengolahan ban bekas milik PT Energy Hai Xin di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Api yang mulai berkobar sejak Kamis (22/10/2026) petang itu terus membakar tumpukan ban bekas di bagian belakang gudang.
Kapolsek Trowulan, Kompol Gusti Ngurah Ketut, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, seorang petugas keamanan bernama Karyadi melihat cahaya api dari arah tumpukan ban bekas di sisi timur gudang.
Karyadi kemudian mendatangi lokasi bersama sejumlah orang. Namun, api dengan cepat membesar dan melahap tumpukan ban bekas di area tersebut.
“Hingga Jumat pagi, api masih membakar gudang pengolahan ban bekas. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Apakah dari puntung rokok atau pembakaran sampah, kami juga belum tahu. Kami gali dulu penyebabnya. Mungkin karena cuaca panas juga sehingga api cepat merambat,” ungkapnya.
Besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi. Selain petugas pemadam kebakaran (damkar) yang berupaya mengendalikan api, manajemen perusahaan sempat mengerahkan satu unit alat berat untuk membantu penanganan kebakaran.
Petugas juga berupaya mencegah api merambat ke tumpukan ban bekas lainnya. Sejumlah ban yang belum terbakar dipisahkan untuk membentuk sekat di sekitar titik kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi area yang terbakar sebelum penyemprotan air dilanjutkan.
“PMK dikerahkan apabila ban yang terbakar ini sudah disekat, ada batasnya, baru air kami semprotkan,” tegasnya.
Meski kebakaran berlangsung selama berjam-jam, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda gudang pengolahan ban bekas tersebut. Hingga Jumat pagi, api dilaporkan masih membakar tumpukan ban di bagian belakang gudang milik PT Energy Hai Xin di Jalan Raya Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kebakaran itu sebelumnya menarik perhatian karena api membakar tumpukan ban bekas hingga membumbung tinggi, disertai kepulan asap hitam pekat. [tin/beq]






