Gresik (beritajatim.com) – Pegawai PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gresik, diberi pelatihan cara memadamkan api oleh Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) setempat. Cara ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya kebakaran.
Manager PLN UP3 Gresik, Andi Seno Hendriatmoko menuturkan, asset PLN yang vital terutama terkait dengan penyediaan listrik bagi masyarakat. Untuk itu, penting untuk pegawai, satuan pengamanan menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran dengan prosedur yang tepat.
“Penting bagi seluruh peserta untuk mengikuti simulasi tanggap darurat ini, agar apabila kemungkinan terjadi kebakaran atau keadaan darurat lain, dapat teratasi sesuai dengan SOP,” tuturnya, Selasa (13/12/2023).
Ia menjelaskan, kejadian kebakaran bisa terjadi di kantor PLN UP3 Gresik. Bila seluruh pegawai dibekali bagaimana cara memadamkan api sesuai prosedur. Api yang berkobar bisa diminimalisir.
Sementara, Kepala Damkarla Gresik AH.Sinaga mengatakan, simulasi atau pelatihan ini akan menguji dan mengevaluasi kembali pengetahuan serta pemahaman tentang kondisi darurat kebakaran. Sehingga, jika hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kebakaran, semua peserta sudah siap siaga.
“Simulasi ini dapat merefresh kembali pengetahuan, dan pemahaman peserta jika terjadi keadaan kebakaran di lingkungan kantor, baik itu tentang penguasaan keadaan maupun penggunaan peralatan,” katanya.
Ia menambahkan, jangan sampai ketika terjadi keadaan darurat, peserta tidak tau cara menggunakan alat pemadam kebakaran seperti hydrant maupun APAR yang dapat berpotensi mencelakai diri sendiri.
“Ini penting bagaimana terhindar dari kecelakaan kerja serta menjaga kelangsungan pasokan listrik terhadap masyarakat,” imbuhnya. (dny/ian)






