Gresik (beritajatim.com) – Pasar plywood (kayu lapis) dan rotan asal Kabupaten Gresik mendapat tempat khusus dari negara Jepang. Pasalnya, negeri matahari terbit itu sangat meminati produk plywood serta rotan yang memiliki daya saing tinggi. Hal ini ditegaskan Dubes Republik Indonesia di Jepang dan negara Federasi Micronesia, Heri Akhmadi, saat berkunjung ke Gresik, Sabtu (4/2/2023).
“Negara Jepang memiliki pasar plywood yang besar. Ini karena di negara tersebut digunakan untuk konstruksi rumah, sehingga kebutuhannya tinggi sekali,” ujar Heri Akhmadi.
Ia menambahkan, tidak hanya plywood. Produk rotan juga memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. “Bagi orang Jepang, produk rotan dianggap antik dan mahal. Ditambah desain dan kualitasnya bagus. Sehingga, potensi kedepannya sangat menarik,” imbuhnya.
Untuk mendukung itu, lanjut Heri, pihaknya terus melakukan beberapa langkah dalam memasarkan produk dalam negeri di pasar internasional. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bergerak di bidang perdagangan luar negeri.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ekspor-gresik”]
Sementara itu, owner UMKM pisang cavandish, Fitri asal Kecamatan Menganti mengatakan bahwa agenda ini dapat membantu kebutuhan UMKM lokal dalam segala aspek. “Kedatangan Dubes RI di Jepang ke Gresik sangat bagus karena bisa memberikan gambaran tentang UMKM. Sehingga, kedepannya dapat dibantu dalam memasarkan produk hingga ke pasar internasional,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rahman menyatakan, pada 2022, pembeli asal negara Jepang pernah berkunjung ke beberapa UMKM di Gresik. “Dari kunjungan tersebut menghasilkan ekspor perdana 44 produk rotan ke Jepang sebanyak satu kontainer. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kontrak ekslusif PT Sumber Mas Indah Plywood dengan Wood Kenzoi Company Japan selama lima tahun kedepan. Kontrak tersebut nilai ekspornya sebesar USD 760.000 per tahun,” pungkasnya. [dny/suf]






