Ngawi (beritajatim.com) – Wilayah Jogorogo Ngawi diklaim sudah zero jebakan tikus beraliran listrik. Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Jogorogo AKP Nur Hidayat. Hidayat mengungkapkan jika pihaknya sudah getol memberikan pemahaman kepada warga terkait bahayanya menggunakan jebakan tikus beraliran listrik.
“Kami sudah gencar sosialisasi sejak lama pada para petani terkait bahayanya jebakan tikus beraliran listrik. Syukurlah petani semakin paham. Dan sekarang sudah zero.jebakan tikus,” kata Hidayat pada beritajatim.com, Selasa (10/01/2023).
Para petani kini menggunakan metode gropyokan tikus dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI. Cara itu terbukti efektif jika dilakukan secara rutin dan konsisten. Gropyokan tikus pun lebih aman digunakan dibanding memasang jebakan tikus beraliran listrik yang membahayakan nyawa si pemasang dan siapapun yang beraktivitas di sawah. “Terakhir kami lakukan gropyokan pada Senin (09/01/2023). Saat itu sudah minim sekali tikusnya. Dengan metode ini, tikus jadi semakin berkurang,” kata Hidayat.
Dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukumnya, Polres Ngawi Polda Jatim meminta kepada para petani untuk melakukan pengendalian hama tikus dengan cara yang lebih aman.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jebakan-tikus”]
Dengan mengoptimalkan para Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran Polres Ngawi Polda Jatim dalam melakukan pembinaan dan penyuluhan di masyarakat khususnya para petani agar dalam pengendalian hama tanaman padi tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik.
Salah satunya adalah Polsek Jogorogo yang melaksanakan gropyok tikus bersama para petani, demi amannya tanaman padi di sawah dari gangguan tikus, Senin (9/1/2023).
Namun begitu, Hidayat meminta kepada petani agar dalam menanggulangi hama tikus dengan menggunakan cara yang lebih aman seperti dengan cara gropyok, pengasapan, pasang racun atau cara lain sebagaimana petunjuk Petugas Penyuluhan Pertanian.
“Semoga dengan imbauan ini, para petani dapat memahami bahayanya jika dilakukan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik, kemudian beralih menggunakan cara lain yang lebih aman dan tidak membahayakan jiwa para petani dan orang lain,” lanjutnya.
Anggota yang melaksanakan gropyok tikus bersama para petani adalah Aipda Edi selaku Bhabinkamtibmas Jogorogo didampingi Bripka Wahyu.
Menurut AKP Nur Hidayat, sosialisasi kepada petani tentang pemberantasan hama tikus di sawah secara aman akan terus dilakukan, hal tersebut bertujuan agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa manusia. “Kami akan selalu mengontrol di sawah apakah ada jaringan listrik untuk jebakan tikus,” tegas Nur Hidayat
Sementara itu, Tikno salah seorang petani di Dusun Tumpang Desa Jogorogo mengatakan, bahwa dirinya siap mengikuti himbauan dari petugas untuk tidak memasang jebakan tikus yang diberi aliran listrik. “Alhamdulillah, para petani di sini tidak ada yang menggunakan aliran listrik untuk digunakan sebagai jebakan tikus,” ucap Tikno, Senin (09/01/2023). (fiq/kun)






