Nganjuk (beritajatim.com) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, S.H., melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Candirejo, Nganjuk, pada Senin (27/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok pangan, memantau penyerapan gabah petani, serta mengawal penguatan program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas strategis.
Dalam peninjauan tersebut, legislator dari Dapil VIII Jawa Timur ini tidak hanya memeriksa data administrasi, tetapi juga turun langsung mengecek kondisi fisik beras di dalam gudang penyimpanan guna menjamin kualitas pangan yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi layak dan prima.
Bimantoro menegaskan bahwa stabilitas pangan di tingkat daerah merupakan kunci utama ketahanan nasional.
Berdasarkan hasil inspeksinya, ia memberikan apresiasi atas performa Bulog di wilayah Nganjuk yang dinilai sangat produktif dalam menyerap hasil panen rakyat. “Kunjungan ini untuk memastikan jumlah stok di gudang Candirejo Loceret Nganjuk aman, penyerapan gabah petani berjalan baik, dan distribusi pangan tetap terkendali. Kami juga mengecek langsung kualitas beras di gudang, dan hasilnya baik serta layak digunakan,” ujar Bimantoro di sela-sela kegiatannya.
Indikator positif ketahanan pangan di wilayah ini terlihat dari capaian stok beras yang menembus angka 103.150 ton. Jumlah tersebut diprediksi mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat hingga 12 – 13 bulan ke depan.
Kondisi gudang yang penuh akibat tingginya penyerapan gabah petani bahkan memaksa pihak Bulog untuk menyewa gudang tambahan. “Ini kabar baik. Ketika stok kuat, penyerapan petani berjalan, dan gudang bahkan penuh hingga membutuhkan sewa gudang tambahan, itu menunjukkan ekosistem pangan kita bergerak baik. Ini harus terus dikawal agar swasembada pangan benar-benar terwujud,” tambah Bimantoro dengan optimis.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menyambut baik pengawasan langsung yang dilakukan oleh anggota DPR RI tersebut. Ia melaporkan bahwa hingga saat ini, penyerapan gabah petani di wilayah kerja Kediri dan Nganjuk telah mencapai 88.759,140 ton, atau setara dengan 45.400,300 ton beras. Tingginya angka penyerapan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan petani lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Bimantoro Wiyono. Ini merupakan bentuk pengawasan dan pengawalan yang sangat penting bagi upaya mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Harisun.
Secara nasional, kekuatan pangan Indonesia saat ini berada pada posisi yang sangat kokoh dengan total stok beras di gudang Bulog telah melampaui lima juta ton. Bimantoro menekankan bahwa jika kekuatan pangan di daerah seperti Nganjuk dapat terjaga konsistensinya, maka fondasi kedaulatan pangan nasional tidak akan mudah goyah.
“Kalau daerah kuat dan nasional juga kuat, maka fondasi ketahanan pangan kita semakin kokoh. Ini yang harus terus dijaga bersama,” tegasnya. Langkah ini sejalan dengan komitmen fraksi Gerindra dalam memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan pangan yang terjangkau dan berkualitas. [nm/kun]






