Tulungagung (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung mencatat sebanyak 59 ekor sapi potong terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tersebar di 12 kecamatan berbeda hingga awal Februari 2026. Fenomena kembalinya wabah ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta tingginya mobilitas lalu lintas ternak yang masuk dari luar wilayah perbatasan.
Data resmi menunjukkan bahwa penyebaran virus ini telah menyasar mayoritas wilayah dari total 19 kecamatan yang ada di Tulungagung. Kecamatan Ngantru dan Rejotangan menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi akibat lokasinya yang menjadi pintu masuk utama perdagangan ternak antar-kota.
Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumaryani, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu selama awal tahun ini memperlemah imun hewan ternak. Curah hujan yang tinggi membuat sanitasi kandang menurun sehingga virus penyebab PMK lebih mudah menginfeksi populasi sapi potong.
“Kami telah menerima laporan dari peternak, bahwa kasus PMK kembali muncul di Tulungagung sejak pertengahan Januari 2026,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Selasa (3/2/2026).
Pihak dinas mendeteksi bahwa penularan awal terjadi pada hewan ternak baru yang didatangkan oleh peternak dari luar daerah. Sapi-sapi tersebut diduga belum mendapatkan dosis vaksinasi yang lengkap sehingga membawa virus ke lingkungan peternakan lokal di Tulungagung.
“Penularan PMK diduga karena ternak baru dari luar yang kemungkinan belum mendapatkan vaksinasi,” paparnya mengenai analisis awal kemunculan kembali wabah tersebut.
Meskipun terdapat puluhan ternak yang terpapar, tim medis hewan menemukan fakta bahwa sapi yang telah mendapatkan vaksinasi sebelumnya memiliki tingkat kesembuhan yang jauh lebih cepat. Antibodi yang terbentuk dari vaksin sangat membantu hewan untuk bertahan dari serangan virus yang menyerang area mulut dan kuku tersebut.
Sebagai langkah respons cepat, Disnakeswan Tulungagung kini menggencarkan kembali program vaksinasi massal secara jemput bola ke kandang-kandang rakyat. Petugas juga mulai melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di area pasar hewan guna memutus rantai penularan di pusat transaksi ternak.
“Kami akan melakukan disinfeksi sebelum dibuka pasar hewan. Kami juga meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan di pasar hewan,” pungkas Tutus Sumaryani. [nm/beq]






