Pasuruan (beritajatim.com) – Mencuat santrinya dibakar, Kepala Pondok Pesantren Al-Berr Sangarejo, Fatih angkat bicara. Menurutnya, kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan.
Fatih menjelaskan bahwa mulanya korban INF (13) sedang berada didalam kamar nomor 06 sendirian saat seusai shalat Magrib. Korban tidak mengikuti temannya untuk mengaji.
Korban yang sendirian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil uang teman sekamarnya. Saat itu pula teman sekamar korban mengetahui hal tersebut langsung menghampiri korban untuk menanyakan keberadaannya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bakar-santri-pasuruan”]
“Sebelumnya memang teman satu kamar korban mengaku sudah banyak yang kehilangan uang. Tapi waktu itu korban beralasan mengembalikan uang, lalu dengan temannya langsung dilaporkan ke wali kamarnya,” jelas Fatih, Senin (2/1/2023).
Saat disidang wali kamar sudah memberikan solusi dengan cara mencatat siapa saja yang merasa kehilangan. Namun pelaku yang dari kamar sebelah mendatangi kamar korban dan terjadilah cekcok.
Pelaku yang tak bisa meredam emosinya langsung keluar kamar korban. Saat diluar, pelaku diberikan satu botol ukuran satu liter bensin bekas mesin pemotong rumput.
Pelaku yang masih jengkel dengan perbuatan korban kemudian mendatangi kamar korban kembali. Lalu pelaku melemparkan botol berisi bensin di dinding dan tutup botol terbuka mengenai korban.
Pelaku kemudian keluar lagi dan mengambil korek api untuk menakut-nakuti korban. “Korban ditakut-takuti supaya mengakui bahwa dikamar lainnya dirinya juga yang mencuri, tapi malah api dari korek menyambar korban,” sambung Fatih.
Pada kejadian ini pihak pondok pesantren menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Pasuruan. Sedangkan untuk biaya pengobatan untuk saat ini masih ditanggung pondok pesantren. (ada/kun)






