Blitar (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalulintas di Wilayah hukum Polres Blitar Kota selama tahun 2022 ini meningkat. Tercatat selama tahun 2022 ini ada 391 kejadian kecelakaan lalulintas dari jumlah tersebut 65 persennya adalah pelajar.
Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Mulya Sugiharto. Menurutnya selama tahun 2022 ini kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Blitar Kota didominasi oleh pelajar atau mahasiswa.
“Untuk pelajar yang berakibat laka Lantas itu kami lihat hampir 65 persen disumbangkan dari usia pelajar,” kata Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Mulya Sugiharto, Jumat (23/12/2022).
Dari data Polres Blitar Kota, jumlah kecelakaan selama tahun 2022 ini meningkat 29,9 persen jika dibandingkan tahun 2021 lalu. Peristiwa kecelakaan di tahun 2021 sendiri berjumlah 301 kejadian sementara di tahun 2022 ini ada 391 peristiwa kecelakaan lalulintas.
Selain peningkatan kejadian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas juga meningkat sebesar 14,5 persen. Total di tahun 2022 ini ada sebanyak 71 nyawa melayang akibat peristiwa kecelakaan di jalan raya.
Jumlah korban meninggal itu, juga diimbangi dengan peningkatan jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalulintas. Tercatat sejak Januari hingga bulan Desember ini sebanyak 678 orang mengalami luka berat akibat kecelakaan tunggal maupun tabrakan.
Data korban luka berat tersebut meningkat 36.6 persen jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu yang hanya ada 496 orang luka berat akibat Kecelakaan. Kondisi itupun menjadi perhatian serius oleh Satlantas Polres Blitar Kota untuk melakukan pengawasan serta edukasi mengenai keselamatan berkendara di jalan raya.
Menurut Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Mulya Sugiharto, penyebab banyaknya jumlah kecelakaan tersebut tersebut karena kurangnya pemahaman tentang keselamatan berkendara olah masyarakat. Masih banyaknya anak-anak dibawah umur yang berkendara di jalan raya juga ikut menyumbangkan terjadinya peningkatan kecelakaan lalulintas.

Mulya menjelaskan bahwa dari hasil pantauan Satlantas Polres Blitar Kota masih banyak anak dibawah umur yang berkendara dan tidak menggunakan pelindung keselamatan seperti helm dan sarung tangan. Hal itu pun menggambarkan betapa acuhnya masyarakat tentang keselamatan berkendara di jalan raya.
“Banyak sekali anak SMP yang sudah menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm bahkan menggunakan kenalpot brong sehingga akan berpotensi mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya
Selain tidak menggunakan helm banyak dari pengendara yang juga melanggar aturan lalulintas mengenai kenalpot. Menurutnya selama ini masyarakat terutama pemuda di Kota Blitar masih banyak yang suka menggunakan knalpot brong.
Selain itu polisi juga menjumpai sejumlah kendaraan di jalan raya yang tidak sesuai dengan standar. Hal itu pun tentunya akan meningkat risiko terjadinya kecelakaan lalulintas.
Selain faktor di atas, AKP Mulya Sugiharto menyatakan ada penyebab lain mengapa kasus kecelakaan di tahun 2022 ini meningkat. Penyebab tersebut adalah tidak adanya penilangan secara manual yang dilakukan oleh Polres Blitar Kota.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Menurutnya dengan tidak adanya penilangan langsung secara otomatis akan membuat angka kecelakaan lalu lintas meningkat. Hal dikarenakan masyarakat merasa bebas tanpa ada pengawasan, sehingga potensi melakukan pelanggaran lalulintas menjadi lebih tinggi yang berakibat pada terjadinya kecelakaan.
“Betul sekali jadi angka kecelakaan lalu lintas dengan tidak adanya penindakan secara manual secara otomatis akan meningkat,” pungkasnya.
Satlantas Polres Blitar Kota pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan ketaatan terhadap aturan lalulintas sehingga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di tahun 2023 mendatang. [owi/but]






