Surabaya (beritajatim.com) – Kasus dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Asrinaaa MUA yang dilaporkan oleh para pengantin Surabaya dilimpahkan ke Polsek Tenggilis Mejoyo.
Diketahui, sebelumnya kasus dugaan penipuan itu dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh 12 pasangan pengantin.
Dari data yang dihimpun beritajatim.com, kini total ada 45 pasangan pengantin yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan WO Asrinaaa MUA. Selain itu, juga ada 13 vendor yang turut menjadi korban. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 500 juta.
“Kasusnya dilimpahkan ke Polsek Tenggilis Mejoyo. Saat ini masih penyelidikan,” kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti, Kamis (14/8/2025).
Pemindahan ke Polsek Tenggilis Mejoyo itu dilakukan sesuai dengan alamat rumah dari terduga pelaku yang memiliki rumah di wilayah hukum Polsek Tenggilis Mejoyo. Rina memastikan pihaknya akan terus mendalami kasus ini sesuai dengan serius.
“Masih penyelidikan. Mohon bersabar. Pasti kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Rina.
Diketahui sebelumnya, 12 pengantin di Surabaya melapor ke Polrestabes Surabaya usai menjadi korban penipuan dari Wedding Organazion (WO) Asrinaa MUA. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/811/VIII/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur (Jatim).
Salah satu korban, Andika Rahmat mengatakan laporan dugaan penipuan dan penggelapan itu dilaporkan pada Sabtu (2/7/2025) kemarin. Dalam keterangannya kepada polisi, 12 korban itu mengaku mendapat informasi tentang Asrinaa MUA dari media sosial Instagram.
“Saya datang ke rumahnya habis itu dia minta DP (uang muka), otomatis kita percaya karena kita gak tahu. DP pertama Rp3 juta DP kedua Rp2,6 juta,” kata Andika, saat dikonfirmasi, Rabu (6/8/2025).
Andika lantas diminta oleh pemilik WO Asrinaa MUA untuk melakukan pembayaran ketiga sebesar Rp 3 juta. Saat itu, terlapor beralasan uang tersebut untuk tim survey dekorasi.
“Habis gitu sampai sekarang (terlapor) nggak bisa dihubungi. Ternyata sudah banyak kasusnya, akhirnya baru kemarin Senin, (28/7/2025), saya datangi ke rumahnya,” ujarnya.
Ketika tiba di rumah Asrinaa, Andika mendapati rumah itu dalam kondisi kosong. Setelah bertanya ke para tetangga, Andika mendapatkan informasi jika Asrinaa sedang ada di Palembang, Sumatera Selatan untuk mengurus aset disana.
“Dia janjinya kembali tanggal 15 Juli tapi dihubungi bilangnya gak tepat semua, katanya kehabisan tiket dan gak pulang kalau gak bawa uang,” jelasnya.
Sementara itu, korban lain, Reyka Rusmala Dewi mengatakan, menemukan WO tersebut dari Instagram @Asrinaa_mua, Januari 2025. Dia juga langsung diminta memberikan uang sebesar Rp3,1 juta.
“Setelah saya DP pertama itu dia yang nggak mencurigakan sih, soalnya masih posting story-story (Instagram) gitu. Lah setelah saya pelunasan ini dia sudah mulai agak slow,” ujar Reyka.
Tak hanya itu, Reyka juga diminta untuk membayar lagi, senilai Rp4 juta dan Rp2,1 juta, di April 2025. Namun, terlapor tidak memberikan informasi apapun mengenai acara sampai H-2.
“Sudah saya bayar lunas, beberapa hari kemudian saya chat tanya rundown acara dijawab H-7 dikasih info. Terus berkata bisa datang untuk merias saja dan sampai hari H tidak datang,” ucapnya. (ang/ted)






