Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah daerah di Jawa Timur telah mengonfirmasi adanya kasus diabetes pada anak, misalnya Kota Surabaya dan Kabupaten Blitar. Rata-rata anak penderita diabetes tersebut berusia kisaran 15-19 tahun.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun juga telah merilis jika terdapat sebanyak 1.645 anak dengan diabetes melitus (DM) yang tersebar di 13 daerah di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Yogakarta, Solo, Denpasar, Palembang, Padang, Medan, Makassar, dan Manado.
Disebutkan, bahwa anak perempuan menjadi penderita diabetes yang cukup mendominasi dengan prosentase sekitar 60 persen. Diketahui, prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023. Kasus diabetes pada anak mencapai 2 per 100.000 jiwa per Januari 2023.
Baca Juga:
2,3 Persen Anak di Surabaya Terkena Diabetes Melitus
Catatan beritajatim.com, di Surabaya sendiri Dinas Kesehatan setempat menyebut ada 184 anak-anak yang menderita diabetes sepanjang 2022. Sementara di tahun sebelumnya tercatat 176 kasus. Lalu, per Januari 2023 ada 4 kasus diabetes pada anak.
Sedangkan di Kabupaten Blitar, sebanyak 9 anak dipastikan menderita diabetes. Jumlah tersebut merupakan data sepanjang tahun 2022 hingga sekarang.
Menyikapi hal itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menilai bahwa pasca pandemi Covid-19 ini masyarakat, pun dengan pemerintah memang harus kembali berkonsentrasi pada penyakit-penyakit yang riskan seperti diabetes ini.
Baca Juga:
Penyebab Mr P Susah Ereksi, Salah Satunya Penyakit Diabetes
“Saya nggak mau menjawab secara khusus karena harus ada data valid. Tapi secara umum memang untuk saat ini kita harus kembali berkonsentrasi, terdapat banyak sekali penyakit-penyakit yang memang selama ini riskan,” ujar Emil ditemui di Hotel Prime Biz Surabaya, Sabtu (11/3/2023).
Emil menilai penting bagi orang tua untuk mengolah gizi anak. Di sisi lain, menurutnya orang tua juga memang harus terus diberikan input mengenai bagaimana mengolah gizi anak. Pasalnya, diabetes ini tak hanya diderita oleh orang dewasa saja.
Baca Juga:
Dosen Widya Mandala Surabaya Racik Permen Anti Diabetes
“Saya nggak bisa komentar karena saya bukan pakar. Tetapi pola konsumsi anak terutama dalam kaitannya pada stunting. Contoh kental manis tidak bisa menggantikan susu. Konsentrasi gula yang ada di situ banyak sekali. Jadi, harus digunakan dengan bijak bahkan kepada anak-anak. Dan ini menjadi penting saya rasa pola gizi anak ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Namun sayangnya, beritajatim.com belum mendapatkan data utuh terkait kasus diabetes pada anak ini. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr Erwin Astha Triyono tak memberikan respon. [ipl/but]






