Gresik (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi atensi tersendiri bagi Polres Gresik. Guna menekan dua pidana tersebut tidak semakin meningkat, Polres Gresik menggelar Latihan Pra Operasi Sikat Semeru 2022.
Sebelum menggelar Operasi Sikat Semeru, sejumlah Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), dan Bintara diberi arahan. Ini dimaksudkan agar target operasi bisa lebih maksimal.
“Target operasi ini adalah pelaku kejahatan, curas, curat, curanmor, premanisme (pungli), street crime, penyalahgunaan senjata api, senjata tajam, pencurian dan penyelundupam di wilayah perairan,” ujar Kapolres Gresik AKBP M. Nur Aziz, Senin (19/09/2022).
Nur Aziz menambahkan, terkait dengan operasi ini. Dirinya meminta kepada seluruh anggotanya yang bertugas membangun komunikasi dengan masyarakat. Langkah ini diambil untuk meredam kejadian maupun gejolak serta menghindari provokasi saat menggelar operasi.
“Yang paling penting laporan yang cepat sehingga dapat diminimalisir sedini mungkin terjadi konflik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
Perwira menengah Polri ini juga menyatakan kasus curat dan curanmor. Ada dua wilayah yang masuk kategori rawan yaitu Kecamatan Kebomas dan Driyorejo. Kedua wilayah ini mendapat atensi lebih besar dibanding wilayah lainnya.
“Wilayah Kebomas dan Driyorejo menjadi atensi kami. Bukan berarti wilayah lainnya dianggap sudah aman. Justru sebaliknya semua wilayah harus siap menekan tindak pidana kejahatan,” ungkap Aziz.
Dirinya berharap melalui pelatihan pra operasi ini dapat meningkatkan kinerja personel yang bertugas sebelum melaksanakan target operasi.
“Mudah-mudahan dengan adanya Operasi Sikat Semeru ini tindak kriminalitas di wilayah Gresik bisa diminimalisir untuk menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah Gresik,” tandanya. [dny/beq]






