Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menyebut, kasus baru HIV/AIDS di Surabaya pada 2022 mencapai 355 kasus. Jumlah ini tersebar di hampir seluruh wilayah Surabaya.
“Kasus menyebar di wilayah Surabaya. Saya tidak bisa menyebutkan secara spesifik wilayah mana saja,” kata Nanik di Surabaya, Rabu (14/9/2022).
Menurut Nanik, kelompok usia rentan terkena HIV/AIDS bergeser dari usia pelajar dan mahasiswa pada 2021 ke kelompok usia pekerja di tahun ini.
“Kalau di Bandung adalah usia kuliah atau pelajar, sedangkan sekarang data di kami rentang usia 29 tahun sampai 40 tahun. Jadi para karyawan,” katanya.
Nanik menambahkan, sebagai langkah pencegahan, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Juga berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.
“Persoalan kesehatan penyelesaiannya tidak bisa kami sendiri, melainkan dengan menggandeng pihak-pihak terkait,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Sementara untuk pengobatan kepada yang sakit, Nanik menjelaskan, pihaknya mendapatkan droping bantuan obat Antiretroviral (ARV) dari Pemerintah Pusat.
“Obat ini kita distribusikan ke Puskesmas. Namun tidak semua Puskesmas mendapatkannya. Hanya Puskesmas tertentu yang kita tunjuk untuk terapi pasien HIV/AIDS,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan layanan kesehatan. Tidak hanya meningkatkan pembangunan fasilitas fisik saja namun juga tenaga.
“Masukan dari anggota dewan, menjadi bahan review dan evaluasi program kita,” pungkasnya. [asg/beq]






