Surabaya (beritajatim.com) – Mobil operasional Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Surabaya tak nampak di kantor dalam sebulan terakhir. Diduga mobil plat merah jenis isuzu panther keluaran 2010 ini dirampas debt collector saat dibawa Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Surabaya Imam Sucipto.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi’i meminta Pemkot untuk secepatnya menarik kembali mobil operasional yang diduga di rampas debt collector itu.
Menurutnya, mobil plat merah itu merupakan aset negara yang dipergunakan untuk perjalanan dinas oleh Ketua, Anggota dan Staf Bawaslu Surabaya. Utamanya saat ini, yang diketahui tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah berlangsung.
“Kalau perlu Pemkot harus melaporkan kejadian ini ke polisi. Debt collector bisa dijerat dengan tindak pidana perampasan,” kata Imam melalui telepon seluler, Jumat (12/8/2022).
Namun, jika Pemkot Surabaya tak bisa mengambil kembali aset negara itu dari tangan debt collector, dia berharap Pemkot memberikan mobil operasional yang baru. Alasannya dikarenakan mobil keluaran tahun 2010 ini kondisinya sudah memprihatinkan.
“Karena, kalau dibandingkan dengan KPU yang sama-sama sebagai penyelenggara pemilu, mobil operasional Bawaslu yang difasilitasi Pemkot ini sangat memprihatikan kondisinya,” jelasnya.
Politisi Partai NasDem ini menegaskan, Pemkot Surabaya untuk tidak pilih kasih kepada penyelenggara Pemilu yang bertugas sebagai pengawas ini. Ditambahnya, Pemkot juga harus memberikan perhatian ke Bawaslu Surabaya.
“Jangan memandang sebelah mata saja, apa lagi fungsi dari Bawaslu ini sebagai pengawas berjalannya Pemilu,” kata Imam.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilpres-2024″]
Sementara itu, Ketua Bawaslu Surabaya, M. Agil Akbar mengatakan jika dirinya tidak menampik adanya 2 unit mobil Panther dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sebagai mobil operasional. Ia menyebut, salah satu mobil tersebut dipergunakan Kasek Bawaslu Surabaya untuk perjalanan dinas.
“Salah satu dari mobil itu biasanya dipergunakan untuk perjalanan dinas Kasek. Mungkin jarang kelihatan di kantor, karena mobilitas Pak Kasek ini cukup tinggi,” kata Agil.
Mengenai dugaan perampasan oleh debt collector saat mobil Panther keluaran tahun 2010 itu dibawa oleh Imam Sucipto, Agil mengaku tidak bisa menyatakan secara kelembagaan. Akan tetapi, pihaknya akan melakukan komunikasi terhadap Kasek tersebut, untuk dimintai keterangan.
“Kalau informasi yang beredar (perampasan), mungkin nanti saya akan menunggu jawaban dari beliau (Imam Sucipto) agar bisa menyampaikan kepada media sebenar-benarnya ceritanya seperti apa,” jelasnya.
Agil menyatakan, Imam Sucipto merupakan Apartur Sipil Negara (ASN) yang bernaung di bawah Bawaslu RI dan bertugas di Bawaslu Kota Surabaya sejak awal tahun 2021 lalu.
Kemudian, kata Agil, Imam terlihat terakhir kali ngantor pada Senin (8/8/2022) lalu. Kemudian, meminta izin untuk pulang rumahnya di Kabupaten Blitar dikarenakan penyakit asam lambungnya kambuh.
“Beliau terakhir kelihatan ngantor itu Senin kemarin. Setelah kita apel, lalu pleno, beliau meminta izin untuk pulang ke rumahnya di Kabupaten Blitar, dikarenakan sakit asam lambung yang kambuh,” katanya.
Terpisah, Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Surabaya Imam Sucipto membantah mobil operasional tersebut dibawa debt collector. Ia menjelaskan saat ini mobil operasional Bawaslu sedang berada di rumahnya di Kabupaten Blitar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemilu-2024″]
Ia mengaku belum bisa mengembalikan lantaran tengah sakit. “Berita yang disampaikan bahwa mobil dinas yang infonya disita debt collector sama sekali tidak benar. Saat ini, mobil ada di Blitar, saya bawa pulang karena saya sedang sakit gula darah dan asam lambung kronis, hingga belum bisa membawa mobil ke kantor,” kata Imam Sucipto.
Mantan staf Bawaslu Blitar ini membenarkan, mobil tersebut kerap dipergunakannya untuk keperluan kedinasan. Imam lantas memastikan akan mengembalikan mobdin tersebut Senin (15/8/2022) depan.
“Benar, mobil dinas pinjam pakai dari pemkot untuk operasional bawaslu ada dua. Yang satu untuk operasional komisioner, dan yang satunya lagi sekretariat. Dan saya yang menggunakannya. Besok Senin, mobil akan stay di kantor,” pungkasnya. [asg/but]






