Gresik (beritajatim.com) – Memasuki pertengahan tahun 2025, jajaran pimpinan di Polres Gresik kembali mengalami rotasi. Kasat Resnarkoba Polres Gresik, yang sebelumnya dijabat Iptu Joko Suprianto, kini resmi digantikan oleh AKP Ahmad Yani. Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor: KEP/225/V/2025 tanggal 16 Mei 2025.
Iptu Joko Suprianto mendapatkan amanah baru sebagai Kasat Reskrim Polres Batu, sementara AKP Ahmad Yani sebelumnya menjabat Kasat Resnarkoba Polres Jombang.
Tak hanya posisi Kasat Resnarkoba, Kasat Tahti Polres Gresik juga mengalami pergantian. Iptu Saekan yang sebelumnya menjabat posisi tersebut dimutasi sebagai Kasubbag Ren Progar Bagren Polres Gresik. Posisinya kini digantikan oleh Iptu Tasmani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaurbinopsnal Satbinmas.
Pesan Integritas dari Kapolres
Dalam acara serah terima jabatan (sertijab), Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan pesan penting terkait makna pelayanan publik. Ia mengutip pernyataan Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye:
“Saya tidak ingin foto saya terpajang di kantor-kantor Anda, karena saya bukan Tuhan atau ikon, melainkan pelayan bangsa. Pajanglah foto komunitas Anda, anak-anak Anda, dan sekolah-sekolah Anda.”
Pesan itu, menurut AKBP Rovan, menjadi pengingat bahwa anggota Polri adalah pelayan masyarakat, bukan sosok yang patut diagungkan. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas dan rasa malu terhadap keluarga dan masyarakat jika melakukan pelanggaran hukum.
“Sertijab ini mencerminkan dinamika organisasi Polri dalam penyegaran tugas dan tanggung jawab, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ucapan Perpisahan dan Harapan Baru
Iptu Joko Suprianto menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh anggota selama masa jabatannya di Polres Gresik.
“Dari lubuk hati saya memohon maaf jika terdapat kekurangan dan kesalahan selama menjabat,” ucapnya.
Sementara itu, AKP Ahmad Yani, pejabat baru Kasat Resnarkoba, meminta dukungan penuh dalam menjalankan tugas barunya.
“Mohon bimbingan dan arahan. Perlu diingat bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi juga memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Gresik semakin intensif dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat. [dny/but]






