Yogyakarta (beritajatim.com) – Universitas Mercu Buana Yogyakarta UMBY meraih juara dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang Jawa Timur.
Adapun dalam lomba karya tulis ini UMBY mengirimkan dua kontingen. Kontingen pertama menyabet medali perunggu dalam ajang LKTIN ini. Salah satu karya tulis mahasiswa UMBY ini mengulas tentang sisi lain Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang tengah berkembang saat ini.
Kontingen pertama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (Fikomm) UMBY berpartisipasi dalam lomba kategori Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan dengan judul “AI dalam Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi: Mengasah atau Menumpulkan Skills?”.
Baca Juga: Usai Kalahkan Madura United, Borneo FC Ingin Tumbangkan Arema
Mereka adalah Wulandari, Marsya Alivia Puteri, dan Tania Sunilah Hartono. Tim di bawah bimbingan Dr. Didik Haryadi S., MA., ini berhasil meraih medali perunggu.
Ketua tim, Marsya Alivia Puteri menyampaikan karya tulis ilmiah ini menjelajahi dampak kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan tinggi bidang ilmu komunikasi.
“Kami menguji dampak penggunaan AI terhadap keterampilan teman-teman mahasiswa dalam bidang ilmu komunikasi. Ibarat kalimat, AI adalah alat, penggunaannya seperti pisau, ditangan seorang ibu rumah tangga dapat membantu memotong sayuran sedangkan ditangan seorang penjahat akan berbeda funsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen perlu berperan lebih aktif dalam mengarahkan penggunaan AI dalam pendidikan tinggi. Mereka dapat membantu mahasiswa memahami penggunaan AI sebagai alat pendukung tanpa mengorbankan kreativitas dan kemampuan mahasiswa,” jelas Marsya Alivia Puteri.
Sementara itu, tim kedua berpartisipasi dalam lomba kategori Sosial, Budaya, dan Sasy dengan judul “Advokasi Sosial Komunitas Sekolah Marjinal Terhadap Masyarakat Marjinal di Yogyakarta”. Terdiri dari Yeni Febrianty, Ayu Romauli Octisa, Muhammad Arif Fuadi, dan Bagus Sulaiman berhasil mendapatkan medali perunggu. Mereka di bawah bimbingan Rosalia Prismarini, M.A.
Tim kedua ini mengkaji tentang advokasi sosial yang dilakukan pada Komunitas Sekolah Marjinal di Yogyakarta. Hal ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan solidaritas antarwarga dalam memecahkan masalah sosial yang kompleks.
Baca Juga: Telapak Kaki Siswa di Kota Madiun Melepuh Usai Dihukum Guru
Sebagai upaya untuk membantu masyarakat marjinal, mahasiswa ini menjembatani kesenjangan dan merangkul keragaman, mengajarkan nilai-nilai empati dan kepedulian, serta mempromosikan inklusi dalam masyarakat.
Mereka menggandeng pemangku kepentingan lain, seperti pemerintah daerah dan organisasi nirlaba. Advokasi sosial ini membantu menciptakan kesadaran tentang isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat marjinal sehingga memberikan dorongan positif untuk perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan bagi semua.
Yeni Febrianty, perwakilan tim kedua menyampaikan, hasil kajian bahwa advokasi sosial yang dilakukan oleh Komunitas Sekolah Marjinal di Yogyakarta adalah bukti konkret dari peran penting masyarakat sipil dalam membantu dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat marjinal di Yogyakarta.
Baca Juga: Lereng Argopuro Terbakar, Kebun Gunung Pasang PDP Kahyangan Waspada
Komunitas ini berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat marjinal, yang sering kali terpinggirkan dan kurang mendapatkan akses pendidikan yang layak. Melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan dukungan sosial, Komunitas Sekolah Marjinal berusaha memberikan kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan taraf hidup mereka. Upaya advokasi ini, mendorong perubahan sosial yang positif dan inklusif di Yogyakarta, dengan tujuan akhir untuk menciptakan lingkungan yang lebih merata dan berkeadilan bagi semua warganya. (aje/ian)






